Berkat dan Syukur Berkelimpahan

 

BERKAT DAN SYUKUR BERKELIMPAHAN

Mazmur 67:1-8

 

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

 

Bersyukur atas Berkat-berkat Allah

Mazmur ini merupakan nyanyian syukur pemazmur atas segala berkat yang Allah berikan. Pemazmur tahu  betul bahwa Allah melimpahkan berkat-berkat bukan hanya kepada dirinya pribadi, tetapi juga kepada bangsanya, Israel, bahkan juga kepada bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa di atas bumi. Allah bukan hanya memberikan berkat jasmani (ay. 7), tetapi berbagai berkat rohani juga Allah berikan, antara lain, mengasihani kita dan menyinari kita dengan wajah-Nya (ay. 1), kemudian memerintah dengan adil dan menuntun bangsa-bangsa (ay. 5).

Berdasarkan kebenaran inilah pemazmur mengucap syukur kepada Allah, dan ia juga mengajak bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa yang ada di atas bumi untuk turut serta bersyukur kepada Allah. Sesungguhnya Allah tidak menuntut sikap bersyukur dari kita, karena segala berkat dan kebaikan yang Ia berikan tidak tergantung kepada kehendak, usaha atau respon apapun dari orang-orang kepada siapa Ia bermurah hati (Roma 9:15-16).  Namun betapa pemazmur menyadari bahwa bersyukur inilah respon tertinggi yang sanggup kita berikan kepada-Nya. Rasul Paulus pun menegaskan hal ini dengan berkata, “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2 Kor. 9:15).

 

Apa Gunanya Kita Bersyukur?

Kita bersyukur supaya kita semakin menyadari dan memahami bahwa berkat-berkat yang kita terima dalam hidup kita hanya bersumber dari Allah saja. Kalaupun dunia menawarkan berbagai-bagai kesukaan, kesenangan atau kenikmatan, itu bukanlah berkat. Mengapa? Karena untuk itu semua pasti ada harga yang harus dibayar sebagai imbalannya alias tumbalnya. Tetapi Allah memberikan berkat-berkat kepada kita “dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit” (Yak. 1:5).  Artinya, kemurahan merupakan salah satu sifat hakiki atau nature Allah.

Dengan bersyukur kita semakin mengerti bahwa Allah mengasihani kita (ay. 2). Berkat utama dan terbesar Allah dalam hidup kita adalah kasih-Nya. Karena kasih-Nyalah, Allah mengorbankan Anak-Nya Yang Tunggal, Yesus Kristus, untuk menebus kita dari hutang dosa kita, sehingga kita beroleh keselamatan. Dengan bersyukur, kita juga semakin melihat dengan jelas bahwa Allah menerangi setiap gerak langkah hidup kita dengan wajah-Nya (ay.2) supaya hidup kita menjadi terang bercahaya dilihat dunia sehingga dunia memuliakan-Nya (Mat. 5:16).

Bangsa-bangsa di atas bumi diajak pemazmur untuk bersyukur supaya mereka tahu bahwa Allah itu adil dalam segala perbuatan-Nya (Maz. 145:17; Dan. 9:14) termasuk dalam memerintah mereka di dunia ini (ay. 5). Dengan bersyukur, suku-suku bangsa juga akan semakin mengerti dan memahami bahwa mereka bisa eksis seperti sekarang ini, tidak lain karena Allah yang menuntun perjalanan hidup mereka (ay. 5).

 

Tujuan Allah Memberkati Kita

Pada umumnya, semua orang sangat menginginkan dan mengharapkan hidupnya diberkati Tuhan. Kita orang Kristen, khususnya, sering kali berdoa agar Tuhan memberkati kita secara pribadi. Ini tampak dengan jelas dalam doa seperti: “Tuhan, berkatilah rumah tanggaku, berkatilah keluargaku, berkatilah pekerjaanku, berkatilah usahaku, berkatilah pelayananku, dsb.”, yang hanya terpusat pada diri kita sendiri.  Doa seperti ini memang tidak salah, namun kita perlu belajar dari pemazmur dalam hal ini.

Dalam nas ini pemazmur mengetahui dan mengakui bahwa berkat-berkat itu bukan hanya diperuntukkan bagi dirinya saja. Pemazmur paham betul mengelola berkat-berkat Allah itu dalam kehidupan pribadinya, dalam kehidupan keluarganya, dalam kehidupan berbangsa, bahkan dalam kehidupan global. Yang mau disampaikan pemazmur adalah bahwa Allah meberkati kita supaya kita menjadi berkat – tepatnya saluran berkat – bagi orang-orang di dalam keluarga kita, di lingkungan masyarakat kita, di dalam bangsa kita, bahkan di tengah-tengah dunia.

Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat adalah berkat sejati terbesar dan terindah yang diberikan Allah kepada kita agar supaya kita beroleh keselamatan hidup yang kekal. Dunia membutuhkan keselamatan dan Allah menginginkan seluruh bangsa dan suku bangsa di dunia ini memperoleh berkat ini melalui kita orang-orang percaya. Dengan demikian,Tuhan memberikan berkat-Nya kepada kita supaya kita menjadi saksi-saksi kebaikan, kasih dan kemuliaan Tuhan di dunia ini. Dan akhirnya seluruh kaum di dunia ini akan melihat, bersyukur dan percaya bahwa Allah adalah satu-satunya sumber keselamatan. Untuk inilah kita orang-orang percaya dipanggil untuk menjadi berkat bagi seluruh dunia dengan melakukan Amanat Agung yang didelegasikan Tuhan Yesus kepada kita (Mat. 28:19-20).

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan