Tertib Acara Natal Pakpahan, Boru dohot Berena Simalingkar B

 

TERTIB ACARA PERAYAAN NATAL

BERSAMA

PUNGUAN PAKPAHAN, BORU DOHOT BERENA SIMALINGKAR B, MEDAN

1 Desember 2018 


 

Tema:  Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati (Yeremia 29:13).


I.          KATA SAMBUTAN           

1.  Ketua Panitia Natal:    

        2.  Ketua Punguan:                      

3.  Mewakili Anggota:                  

 

II.        KEBAKTIAN

01.     Panggilan Beribadah

Syalom kepada kita semua! Selamat datang dan selamat beribadah kepada Bapak/Ibu/Saudara/i yang hadir dalam Ibadah perayaan Natal bersama Punguan Pakpahan, Boru, Bere & Ibebere Kwala Bekala-Simalingkar B ini, kiranya melalui ibadah Perayaan Natal ini iman dan pengharapan kita semakin dikuatkan oleh Tuhan kita Yesus Kristus, Raja Gereja. Adalah sukacita kita dapat berkumpul disini ditempat ini untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Pada hari inilah dimana kita seluruh anggota Punguan Pakpahan, Boru, Bere & Ibebere Kwala Bekala-Simalingkar B merayakan Natal dengan Tema “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.”. Sebelum Memulai Ibadah Perayaan Natal ini marilah kita saat teduh sejenak... (Hai Kota Mungil Betlehem).  Amin!

02.     Bernyanyi: KJ. No. 109, “Hai Mari Berhimpun” + Penyalaan Lilin (Yang Menyalakan Lilin: Pengkhotbah, Ketua Punguan, Ketua Panitia Natal, Yang Mewakili Anggota, Yang Mewakili Anak-anak dan Remaja) 

Mari kita semua bersukacita karena Allah yang sejati telah turun ke bumi menjadi manusia, mari kita datang menyembah dan memuji Dia. Mari kita bernyanyi “Hai mari Berhimpun”.

Hai mari berhimpun dan bersukaria!

Hai mari semua ke Betlehem!

Lihat yang lahir, Raja bala sorga!

Sembah dan puji Dia (3X), Tuhanmu.

Terang yang ilahi, Allah yang sejati

T’lah turun menjadi manusia

Allah sendiri dalam rupa insan!

Sembah dan puji Dia (3X), Tuhanmu.

Ya Tuhan yang lahir pada hari ini

Ya Yesus, terpujilah nama-Mu!

Firman abadi yang menjadi daging!

Sembah dan puji Dia (3X), Tuhanmu.

03.     Votum + Introitus + Doa (Jemaat Berdiri; P: Pemimpin Kebaktian; J: Jemaat)

P:    Ibadah perayaan Natal bersama Punguan Pakpahan, Boru, Bere & Ibebere Kwala Bekala-Simalingkar B ini kita laksanakan di dalam nama Allah Bapa dan nama Anak-Nya Tuhan Yesus Kristus dan nama Roh Kudus, Khalik langit dan Bumi.

J:     Amin.

P:    Sebab seorang Anak tlah lahir  bagi kita, seorang Putera telah di berikan untuk kita.Lambang Pemerintahan ada di atas bahuNya, dan namaNya di sebut orang penasehat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.

J:     Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan  kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya hai segenap bumi.

P:    Marilah kita berdoa: YaTuhan Allah Bapa kami, kami bersyukur atas kebaikanMu yang mendatangkan sukacita dan keselamatan bagi kami, Engkau telah memberi segala sesuatu apa yang kami butuhkan sehingga pada saat ini kami dapat merayakan hari kelahiran anak-Mu Yesus Kristus. Terimalah perayaan Natal ini menjadi persembahan yang kudus dan  layakkanlah kami menerima kebaikanMu sehingga kami senantiasa memuliakan nama-Mu. Amin.              (Jemaat duduk)

 

04.     Bernyanyi: KJ. 119:1 + 4 ”Hai Dunia, Gembiralah”

      Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu

     Di hatimu terimalah, bersama bersyukur

     Bersama bersyukur, bersama-sama bersyukur

       Dialah Raja semesta, benar dan mulia

     Masyhurkanlah hai dunia, besar anugrah-Nya

     Besar anugra-Nya, besar, besar anugrah-Nya

 

05.  Liturgi Penciptaan (P: Pemimpin Liturgi)

Prolog (P): Tuhan Allah menciptakan segala sesuatu-Nya dengan Kuasa-Nya. Segala ciptaan-Nya menceritakan Kemuliaan Tuhan. Sungguh besar nama-Mu Tuhan, hanya dengan firman-Mu Engkau menjadikan alam semesta dan segala isinya.

Liturgi Anak-anak (Mengucapkan liturginya masing-masing di Sekolah Minggu)

Liturgi 1:    Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Firman sudah ada. Firman ada bersama Allah dan Firman sama dengan Allah. Sejak semula Ia bersama Allah. Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satu pun dijadikan tanpa Dia. 

Liturgi 2:    Langit dan cakrawala menceritakan kemuliaan Allah dan memberitakan pekerjaan tangan-Nya, hari meneruskan kepada hari dan malam menyampaikan kepada malam.

Liturgi 3:    Matahari telah terbit, tanda sebuah kehidupan yang akan di mulai. Setiap hari akan membuahkan hikmat. Sampai malam tiba, Matahari akan berganti dengan Bulan maka hari akan berlalu hikmat akan tinggal

Liturgi 4:    Langit dan cakrawala saling berhias diri, semua menyatakan keindahan kepada Bumi. Langit dan kemegahannya mencoba membantu mempertahankan keeksisan bumi dengan menaungi bumi dari panas matahari.

Liturgi 5:    Hewan juga tidak ketinggalan. Hewan menghiasi alam raya dengan karyanya. Ia ada bukan sebagai pelengkap, namun ia ada sebagai salah satu kebutuhan bumi. Rantai kehidupan itu menjadi lengkap dan menyambung kembali menciptakan sebuah lingkaran yang tidak dapat dipisahkan.

Liturgi 6:    Darat tempat berpijak, agar manusia pohon dan hewan memiliki tempat untuk meletakkan kepalanya. Tidak ada yang kurang, semua menjadi baik. Tanah menjadi saksi setiap peristiwa di bumi.

Liturgi 7:    Laut yang biru tempat ikan bertahta menjadi hidup yang di pagari oleh darat dan tanah. Ikan akan menari di tengah gemerinciknya air yang bening. Pulau-pulau juga menjembatani antar darat dengan darat. Sungguh Allah yang menciptakan semuanya.

Liturgi 8:    Tuhan Allah menciptakan manusia dan mengasihi seluruh umat-Nya, serta ciptaan lainnya. Ya Tuhan Allah, dengarlah seruan kami dan ajarilah kami untuk menjaga semua ciptaan-Mu supaya tetap indah dan segala ciptaan-Mu memuliakan nama-Mu.

 

06.  Bernyanyi dari KJ. No. 3:3-4, ”Kami Puji Dengan Riang”

Semuanya yang Kaucipta, memantulkan sinarMu

Para malak, tata surya, naikkan puji bagiMu

Padang, hutan dan samud’ra, bukit, gunung dan lembah

Margasatwa bergembira, ‘ngajak kami pun serta

Mari kita pun memuji, dengan suara menggegap

Menyanyikan kuasa kasih, yang teguh serta tetap

Kita maju dan bernyanyi, jaya walau diserang

Ikut mengagungkan kasih, dalam lagu pemenang

 

07.  Berita Penciptaan.

P1:      Naikkanlah pujian bagi Tuhan Allah yang maha kuasa, yang telah menciptakan sekalian alam beserta segala isinya. Dia menciptakan manusia dengan sempurna dan baik adanya.

P2:      Ya, memang benar, oleh Firman Allah, langit telah dijadikan, sebab Dia telah berfirman maka semuanya jadi, Dia memberi perintah maka semuanya ada, sungguh agung Tuhan kita.

J:        Yang Maha Perkasa telah menciptakan semuanya, indah, damai, rukun dan sentosa. Manusia pertama Adam dan Hawa hidup berdampingan dengan mesra dan bahagia di Taman Firdaus, tak kekurangan sesuatu apapun karena Sang Khalik menyediakan segala kebutuhan mereka.

P1:      Di taman firdaus pemberian Tuhan, Adam dan Hawa hidup bahagia. Mereka hidup bebas dan menikmati panorama yang indah, mencicipi segala buah dan makanan yang tersedia bagi mereka. Tetapi ada satu larangan yaitu tidak boleh mengambil dan memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat supaya hidup mereka abadi 

P2:      Oh...betapa indahnya, kebahagiaan hidup mereka, tidak kurang sesuatu apapun, kuasaNya penuh, segala mahluk damai dibawah belaian tanganNya. Sungguh keagunganMu mengatasi segala-galanya.

J:        Tetapi apakah kebahagiaan ini bertahan lama? Dan apakah kekuasaan mereka kekal?

P1+P2:  Biarlah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan dan biarlah ditumbuhkannya keadilan.

                       

08.  Bernyanyi dari KJ. No. 413:1-2 “Tuhan, Pimpin AnakMu”

Tuhan pimpin anakMu, agar tidak tersesat

Akan jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat

Tuhan, pimpin, arus hidup menderas

Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat

Hanya Dikau sajalah, Perlindungan yang teguh

Bila hidup menekan, Kau harapanku penuh

Tuhan, pimpin, arus hidup menderas

Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat

 

09.  Berita kejatuhan manusia ke dalam dosa. (LK: Laki-laki; PR: Perempuan; J: Jemaat; S: Semua) 

P1:     Hidup yang baik tidak mampu memuaskan hati manusia. Merasa kurang, itulah isi keinginnan manusia. Keinginan daging lebih ditinggikan, lebih memilih keinginan daging dari pada memuliakan nama Tuhan. Apakah yang terjadi ketika manusia hidup di dalam dosa?

P2:     Manusia itu tidak dapat bertahan dengan kekudusannya. Adam dan Hawa tidak berhasil memeliha hubungannya dengan Pencipta semesta. Manusia dalam ruang penghukuman Allah. Tuhan memanggil manusia itu, “ Adam...Adam...”

LK:    Lalu manusia itu menjawab: “Ketika Engkau datang aku takut, aku pergi bersembunyi, perempuan yang Engkau berikan kepadaku telah memperdayakan aku sehingga memakan buah itu”.

P2:     Adam telah melepaskan tanggungjawabnya pada hawa teman sekerjanya itu. Jadilah perempuan menanggung beban yang berat. Hai perempuan mengapa kau lakukan itu?

PR:    Hawa pun melemparkan kesalahan itu dan mengatakan ular itu yang melakukan tipu daya terhadap aku, sehingga aku mengambil dan memakan buah itu, aku mohon pengampunan daripadaMu ya Tuhan.

J:       Sifat manusia itu turun temurun sampai sekarang, di mana manusia pandai untuk saling melepaskan tanggungjawabnya. Manusia selalu berusaha untuk menghindari beban berat dan ingin menyenangkan dirinya semata. Bagaimanakah nasib manusia?

P1:     Manusia itupun di usir dari taman firdaus, kini tertutup sudah jalan ke pohon kehidupan.

P2:     Tuhan telah memperlihatkan murkaNya dan menutup Firdaus, yang ada hanya kesusahan dan penderitaan serta kematian yang menanti mereka.

J:       Sekarang tiada lagi kehidupan, semua telah sirna, luluh dalam penderitaan. Seluruh dunia telah bersemarak di  atas bumi. Tiada lagi kebahagiaan, apalagi kehidupan yang kekal, karena dosa mendiami hati manusia.

10.  Vocal Group/Vocal Solo

11.  Pengakuan dan Pengampunan Dosa (Jemaat berdiri)

P1:      Pada perayaan natal ini, kami mengaku ya Tuhan bahwa sering kali kami hidup sebagai Kristen yang hanya memuaskan diri sendiri. Sudah merasa puas bila telah melakukan perayaan-perayaan ibadah dan memberikan kurban persembahan.

J:        Tuhan kasihanilah kami orang berdosa ini.

P2:      Pelayanan dan pernyataan kasih, kami lakukan hanya sekedar saja, padahal Engkau telah datang menjadi manusia mempersembahkan hidupMu sepenuhnya demi keselamatan kami pribadi lepas pribadi.

J:        Tuhan ajarilah kami mengenal kasihMu.

P1:      Kami sering menjadi seorang Kristen yang takut dan pengecut. Kami takut untuk menyaksikan kebenaran namaMu, takut mewartakan kasiMu, takut membela kebenaran dan keadilan.

PR:     Kami sering memperlihatkan dan mencari keiindahan duniawi yang fana.

LK:     Terkadang kami tidak mampu melawan godaan dan tipu muslihat iblis sehingga kami jatuh kepada keinginan daging dan menjadi hamba dosa.

J:        Tuhan berikanlah keteguhan iman kepada kami.

PR:     Kepedulian kepada orang miskin, orang-orang terkantar, tuna susila sudah mulai hilang.

LK:     Kepedulian terhadap keadilan, sadisme, moral dan penyakit sosial sudah tidak ditemukan lagi.

P2:      Sampai saat ini kami membiarkan diri kami larut dalam pekatnya dosa. Kami tak sadar bahwa kami telah jauh menyimpanng dari kehendakmu, karena itu kami datang kepadamu dengan penuh penyesalan.

J:        Tuhan ampunilah kami

           == berdoa dalam hati & musik KJ. No. 29 mengalun mengiringi doa ==

P1:      Demikianlah Firman Tuhan: Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu, seperti kabut diterbangkan angin, dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepadaKu, sebab Aku telah menebus engkau.

P2:      Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi.

J:        Amin!

 

12.  Bernyanyi: KJ. No. 40:1-2, ”Ajaib Benar Anugerah”

Ajaib benar anugerah, pembaru hidupku

‘Ku hilang, buta, bercela, olehNya ‘ku sembuh

Ketika insaf ‘ku cemas, sekarang ‘ku lega

Syukur, bebanku t’lah lepas, berkat anugerah

 

13.  Nubuat Keselamatan 

P1:     Setelah Allah menciptakan manusia, manusia ingin hidup dan berjalan dengan keinginannya sendiri. Semua ingin menang sendiri tanpa memperdulikan sesamanya, di mana-mana terjadi kekacauan, ketidakadilan, pemerkosaan hak azasi, ketidakharmonisan pergaulan, sehingga setiap jalan bisa menjadi jalan kehancuran dan kebinasaan.

J:       Tetapi karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga ia telah mengaruniakan Anaknya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal.

P2:     Tetapi Aku akan hadir di tengah-tengahmu dan Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umatKu.

J:       Sebab Tuhan sendirilah yang memberikan suatu tanda, sesungguhnya seorang perempuan akan mengandung dan akan melahirkan anak laki-laki dan menamakanNya IMMANUEL, akan menjadi Raja Damai dan Sejahtera.

P1:     seorang Putra akan lahir bagi kita, lambang pemerintahan ada di atas bahuNya dan namaNya disebut orang Penasehat Yang Ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja damai dan kebenaran.

P2:     Dia akan bertindak menggembalakan manusia dalam kemegahan nama Tuhan Allah. Dalam Dia Allah kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam samudra luas.

J:       Dialah yang patut kita muliakan di Natal ini, ku buka hatiku menjadi tempat lahirnya Tuhan Yesus Kristus Juruselamat kita. Amin!

 

14.  Bernyanyi: KJ. No. 119: 1+ 3, “Hai Dunia Gembiralah”

Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu

Dihatimu, terimalah, bersama bersyukur,

Bersama bersyukur, Bersama-sama bersyukur

Janganlah dosa menetap, di ladang dunia

Sejahtera, penuh berkat, berlimpah s’lamanya

Berlimpah s’lamanyua, berlimpah-limpah s’lamanya

         

15.  Natal (Kelahiran Kristus Juruselamat Dunia)

P1:     Marilah saudara-saudariku, persembahkanlah syukur bagi Allah yang telah mengutus anakNya. Allah telah menjadi manusia untk menebus dan mengangkat kita dari dunia yang fana supaya kita beroleh hidup yang kekal.

P2:     Seorang bayi telah lahir di Betlehem, Dia telah tinggal bersama-sama dengan kita sekarang, Dialah Raja Kemuliaan, Tuhan semesta alam, Raja damai.

P1+P2: Dengan datangnya Juruslamat, maka tidak ada lagi pilihan manusia selain harus  bertobat!

J:       Aku ingin mencari keadilan, segala kepurapuraan lenyap, kebencian tidak merajalela, dan kiranya Tuhan yang mengatur dan memelihara hidupku.

PR:    Aku sering melihat betapa sulitnya hidup ini, disana-sini banyak ketimpangan, banyak yang tamat sekolah pengangguran, kemiskinan dan kekerasan tidak terselesaikan, kemerosotan moral yang membahayakan generasi penerus.

LK:    Aku manusia yang tidak tetap berpendirian, sering mengalami kekecewaan bahkan frustasi karena keinginan yang tidak tercapai sehingga aku sering meninggalkan ibadahku. Kiranya natal ini dapat merubah cara hidupku dan menyadarkan diriku sebagai pengikut Yesus.

S:       Tuhan, kami menyerahkan tubuh, roh dan jiwa kami kepadaMu. Kini kami sadar dan siap untuk melakukan tugas pelayanan, yaitu memberikan keselamatan dalam hidup kami.

 

16.  Koor:

17.  Doa Syafaat

18.  Bernyanyi dari KJ. No. 92:1+3, ”Malam Kudus”(Jemaat Berdir

Malam kudus, sunyi senyap, Dunia terlelap

Hanya dua berjaga terus, ayah bunda mesra dan kudus

Anak tidur tenang, Anak tidur tenang

Malam kudus, sunyi senyap, Kurnia dan berkat

Tercermin bagi kami terus, di wajahMu, ya, Anak kudus

Cinta kasih kekal, cinta kasih kekal

 

19.  Khotbah/Renungan Natal

20.  Bernyanyi dari PKJ. No. 147:1-3 “Di Sini Aku Bawa” (Sambil mengumpulkan Persembahan)

Di sini aku bawa Tuhan,

Persembahan hidupku semoga berkenan

Berapalah nilainya Tuhan,

Dibandingkan berkatMu yang t’lah Kau limpahkan

T’rimalah, Tuhan, O T’rimalah Tuhan

Tanganku yang kecil ya Tuhan

Belum mencari makan sendiri ya Tuhan

Terimalah hatiku Tuhan,

Menjadi persembahan yang Tuhan perkenan

T’rimalah, Tuhan, O T’rimalah Tuhan 

Kuingat firmanMu ya Tuhan

Yang mengajarkan kami mengingat yang kecil

Berkati semuanya Tuhan

Supaya persembahan tetap mengalir t’rus

T’rimalah, Tuhan, O T’rimalah Tuhan

 

21.  Doa Pengutusan dan Berkat. (Jemaat Bediri; P = Pendeta yang Berkhotbah; J = Jemaat)

P:       Tuhan Allah Yang Mahakuasa, Yesus Yang Mahakasih dalam Roh Kudus Penolong sejati, jadikanlah perayaan natal ini sebagai renungan suci bagi kami masing-masing.

J:       Biarlah kutaburkan kasih dan cintaMu

P:       Dimana bila kami menghadapi kekecewaan dan keputus-asaan

J:       Biarlah kutaburkan pengharapan dan kepastian imanku.

P:       Di mana kami mengalami kegelapan dan kekacauan.

J:       Biarlah kutaburkan sinar terang dan cahaya sukacita 

P:       Dimana kami mengalami ketakutan dan kegentaran.

J:       Biarlah kutaburkan semangat dan dorongan untuk bangkit.

P:       Semoga Allah yang penuh kasih menguatkan segala niat baik yang telah kita ucapkan demi kemuliaanNya serta menjadi sukacita kita bersama. Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah kabar baik ini ke seluruh umat manusia.

J:       Ini aku utuslah aku, bimbinglah kami agar kami saling mengasihi dan menghormati.

P:       Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan:

Ya Allah, Bapa kami yang di surga. Kami mengaku bahwa Tuhan adalah sumber dari segala karunia yang melimpah dalam kehidupan kami masing-masing. Sebahagian daripada karunia itu, kami serahkan kembali sebagai persembahan kepada Tuhan. Terimalah dan berkatilah persembanan umatMu ini, agar dapat kami pergunakan untuk pekerjaan dan pelayanan Kerajaan Tuhan di dunia ini. Bukalah hati kami untuk mengenal betapa banyak berkat dan karunia yang kami peroleh dari Tuhan, supaya kami senantiasa bersyukur kepadaMu di dalam Nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amin!

P+J:   Mengucapkan Doa Bapa Kam

P:       Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau, Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau Kasih karunia, Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera

J:       5 .  6 .    5 . 6 .   5 . 4 . 3 . .

          A- min,   A- min,  A-   min

 

III.       HIBURAN

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan