Orang Percaya Adalah Terang
ORANG
PERCAYA ADALAH TERANG
Efesus
5:8-14
Oleh: Pnt.
Drs. Beltasar Pakpahan
8
Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang
di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
9
karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
10
dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
11
Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan
yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan
itu.
12
Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat
yang tersembunyi telah memalukan.
13
Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi
nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
14
Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan
bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”
(Efesus 5:8-14)
Pendahuluan
Efesus, salah satu kota metropolitan di Asia Kecil, merupakan kota yang paling terkenal dan tersibuk pada zamannya. Di kota ini terdapat kuil dewi Artemis (dewi kesuburan) yang megah, dimana terdapat sebuah batu meteor terkenal yang konon katanya dikirim oleh sang dewi (Kis. 19:35). Kota ini juga memiliki teater-teater yang besar, sebuah stadion tempat pertarungan para gladiator, dan perpustakaan-perpustakaan. Kota Efesus ini terkenal bukan hanya dikarenakan kemajuan bisnis dan perekonomiannya, tetapi juga karena kemerosotan moral penduduknya, dimana praktik prostitusi menjamur di sana.
Di dalam situasi masyarakat yang seperti itulah orang-orang Kristen di Efesus menghadapi tantangan yang memang berat. Orang Kristen bukan hanya harus menunjukkan jati dirinya sebagai orang percaya, tetapi juga harus memberikan teladan perihal kehidupan yang baik.
Paulus berkarya di Efesus sekitar tiga tahun (Kis.19:10;
20:31). Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus bertujuan untuk
memberikan nasihat dan himbauan untuk hidup dalam Kristus di
tengah-tengah masyarakat kota Efesus yang mengalami dekadensi moral yang parah.
Paulus juga menekankan bahwa mereka yang beriman kepada Yesus telah dipilih
oleh Roh Allah untuk menjadi bagian dari satu tubuh, yaitu jemaat. Tubuh ini
memiliki “satu Tuhan, satu iman, dan
satu babtisan” (Ef. 4:5). Paulus menyampaikan ini karena pada saat itu
ada beberapa orang yang berusaha memecah belah para pengikut Tuhan menjadi
kelompok-kelompok yang berbeda.
Orang
Percaya Adalah Terang
Paulus mengingatkan fakta tentang masa lalu dari jemaat yang ada di Efesus dengan mengatakan, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan” (ay. 8). Kata “dahulu” menunjuk pada kondisi masa lalu yang telah mereka tinggalkan, dimana mereka adalah kegelapan. Hal ini bukan untuk mengungkit-ungkit masa lalu mereka, tetapi untuk menegaskan kembali bahwa bukan lagi itu status dan kehidupan mereka sekarang. Orang Efesus sebelum mengenal Yesus, melalui Rasul Paulus, hidup dalam kegelapan karena menyembah berhala dan mengumbar perilaku yang tidak bermoral. Mereka tidak mengenal hidup saling mengasihi dan menjaga kekudusan.
Kata “kegelapan” yang dimaksud Paulus bukan hanya menunjuk pada kondisi yang gelap tetapi juga status mereka yang gelap serta kontribusi mereka yang membuat sekelilingnya menjadi gelap. Dahulu mereka adalah anak-anak gelap yang membawa kegelapan dan tidak hidup dalam kebenaran serta tidak dapat membedakan mana yang benar dan yang salah. Sementara kata “terang” digunakan sebagai gambaran tentang Allah atau Firman Allah (Mzm. 119:105; Yoh. 1:3-4; 1 Yoh. 1:5) dan para pengikut Yesus disebut “anak-anak terang” (5:8). Inilah identitas baru yang dimiliki orang Kristen di dalam Tuhan, tak terkecuali jemaat di Efesus. Dalam terang tidak ada yang tersembunyi, segalanya terlihat dengan jelas. Tidak ada tempat untuk menyembunyikan perbuatan-perbuatan tercela, sebab terang akan membuka dan memperlihatkan segala yang tersembunyi dan tertutupi dalam kegelapan.
Setelah Paulus mengingatkan jemaat di Efesus mengenai status
mereka sebagai terang, kemudian Paulus mendorong mereka supaya hidup sebagai
anak-anak terang. Dengan tegas Paulus berkata dalam ayat 8, “Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak
terang.” Paulus mendorong orang Kristen yang ada di Efesus untuk hidup
sesuai dengan status mereka, yaitu supaya mereka menunjukkan melalui kehidupan
mereka bahwa mereka adalah anak-anak terang.
Orang
Percaya Mampu Membuktikan Diri Sebagai Terang
Kita harus ingat bahwa dunia ini membutuhkan bukti bukan
teori. Dunia membutuhkan teladan, dan itu harus ditunjukkan oleh orang yang
mengaku dirinya sebagai pengikut Kristus.
Ada 4 hal yang harus diketahui dan dilakukan oleh jemaat di
Efesus untuk membuktikan bahwa mereka adalah anak-anak terang, dan ini juga
yang harus dilakukan oleh setiap orang Kristen di sepanjang zaman dan dimanapun
mereka berada.
1. Menguji apa yang berkenan kepada Tuhan
Kata “ujilah” menekankan
usaha yang aktif dari setiap orang Kristen untuk mengamati, menganalisa serta
memilah dan memilih apa yang berkenan kepada Tuhan. Sementara kata “berkenan” bukan hanya disetujui
atau diterima, tetapi juga harus menyenangkan hati Tuhan. Jadi sebelum kita
melakukan suatu tindakan, kita tidak hanya bertanya apakah tindakan tersebut
salah atau tidak, tetapi harus sampai pada pertanyaan, apakah perbuatan ini
menyenangkan hati Tuhan atau tidak.
2. Mengambil keputusan
Orang Kristen yang adalah terang harus mampu mengambil keputusan: (1) untuk tidak mau turut ambil bagian dalam perbuatan kegelapan, perbuatan yang tercela dan perbuatan yang mendukakan hati Tuhan; dan (2) untuk berkomitmen hanya melakukan apa yang menyenangkan hati Tuhan.
Paulus mengajarkan bahwa menguji apa yang berkenan dan apa
yang tidak berkenan di hati Tuhan tidaklah cukup, tetapi harus sampai pada
pengambilan keputusan serta memiliki komitmen untuk meninggalkan hal-hal yang
tidak berkenan kepada Tuhan. Paulus juga menekankan bahwa orang Kristen tidak
cukup hanya meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan, tetapi juga
harus melakukan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan.
3. Mengimplementasikan misi orang percaya
Paulus mengatakan supaya jemaat di Efesus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (ay. 11). Kata “menelanjangi” diartikan sebagai menegur dengan keras, menyatakan kesalahan ataupun membuktikan bahwa perbuatan kegelapan itu merupakan dosa. Perbuatan yang dimaksudkan disini yaitu: percabulan, rupa-rupa kecemaran, keserakahan, perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono dan yang tidak pantas (Ef. 5:3-6). Inilah misi yang harus diimplementasikan jemaat di Efesus, dan setiap orang percaya, yaitu untuk melakukan pembaharuan moral.
Sebagai anak-anak terang, jemaat di Efesus harus berperan
aktif menolong setiap warga di Efesus supaya mereka menyadari bahwa perbuatan
mereka yang hidup dalam kegelapan itu merupakan perbuatan yang merendahkan
martabat manusia. Tentunya hal ini dapat dilakukan ketika mereka menunjukkan
jati diri mereka sebagi orang Kristen yang hidup dalam terang dan berfungsi
sebagai terang.
4. Terang harus berbuahkan kebaikan, keadilan dan
kebenaran
Ketika jemaat di Efesus berusaha menelanjangi
perbuatan-perbuatan kegelapan yang ada di kota Efesus, Paulus mengingatkan agar
dalam melakukan tindakan itu mereka haruslah dalam tiga koridor, yaitu kebaikan,
keadilan dan kebenaran. Setiap orang Kristen yang menegur
kesalahan orang lain harus dimotivasi oleh kasih dan tujuannya adalah untuk
kebaikan orang lain itu, bukan untuk menjatuhkan mertabatnya atau untuk
mempermalukannya. Ketika kita menegur kesalahan orang lain juga haruslah
berlandaskan rasa keadilan dan kebenaran.
Refleksi
Dalam nas ini Paulus tidak berkata “jadilah terang”, tetapi “kamu adalah terang”. Kedua frasa tersebut tampaknya mirip namun sebenarnya memiliki pengertian yang sangat berbeda. Pengertian “jadilah terang” menunjuk pada panggilan agar kita berjuang untuk “menjadi” terang, sedangkan pengertian “kamu adalah terang” lebih menunjuk kepada suatu identitas diri dan karakter. Jadi, setiap orang percaya memiliki identitas diri dan karakter sebagai terang.
Orang yang setia kepada Kristus (terang) tidak mungkin berdiam diri terhadap perbuatan-perbuatan kegelapan. Orang Kristen yang adalah terang selalu siap dan berani menelanjangi dalam artian menegur, menentang dan menolak semua bentuk kejahatan dan ketidakbenaran. Untuk itu, sebagai terang tugas dan tanggung jawab kita orang percaya adalah:
1)
Memancarkan cahaya.
Pancarkanlah cahaya kemuliaan Tuhan dalam setiap detak langkah hidup kita
masing-masing untuk menuntun orang lain berjalan menuju kebenaran.
2)
Memiliki pengaruh.
Terang dapat mempengaruhi kegelapan, sehingga kegelapan itu tidak lagi
berkuasa. Maka kita sebagai terang, harus mampu menghadirkan pengaruh terhadap
lingkungan di mana kita berada, yaitu pengaruh positif dan yang baik bukan
pengaruh buruk untuk mengadu domba.
3)
Menjadi berkat.
Matahari dengan sinarnya mampu menjadi berkat dan sumber vitamin D bagi tubuh
kita. Artinya melalui sinarnya, tubuh manusia semakin sehat. Apakah kehadiran
kita mampu menjadi berkat bagi sesama kita atau justru menjadi batu sandungan?
Tentu sebagai orang percaya, kita harus pastikan bahwa kehadiran kita membawa
berkat dan sukacita yang bersumber dari Yesus Kristus, Tuhan kita.
Comments
Post a Comment