Undangan Keselamatan Tanpa Bayaran

UNDANGAN KESELAMATAN TANPA BAYARAN

Yesaya 55:1-3

 

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!

2  Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.

3  Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.

(Yesaya 55:1-3)

 

Pendahuluan

Kalau kita simak dengan cermat, nas ini merupakan undangan keselamatan yang disampaikan Tuhan melalui nabi Yesaya. Kata ‘air’, ‘anggur’, ‘susu’ dan ‘roti’ menunjuk kepada makanan rohani atau segala sesuatu yang dibutuhkan untuk kehidupan rohani. Ke empat kata ini juga menyimbolkan berkat rohani yang dijanjikan Tuhan kepada siapa saja yang mau datang kepada-Nya.

Tuhan menjanjikan keselamatan kepada barangsiapa yang mau datang kepada-Nya. Mengapa manusia membutuhkan keselamatan? Karena sejak orangtua pertama kita, Adam, jatuh ke dalam dosa sudah menjadi nature kita keturunannya berdosa, dan upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita dari maut ini adalah Tuhan karena hanya Tuhan sendirilah yang dapat mengampuni dosa. Karena itulah Tuhan mengundang kita datang kepada-Nya untuk menerima keselamatan. Akan tetapi, tidak semua manusia merasa membutuhkan keselamatan.

 

Tiga Golongan Manusia Menurut Kebutuhan akan Keselamatan

Keselamatan itu mutlak dibutuhkan semua manusia, karena “tidak ada yang benar, seorang pun tidak” (Roma 3:10. Namun dalam kenyataannya, tidak semua manusia merasa butuh keselamatan. Bahkan di antara mereka yang merasa butuh keselamatan, ada yang menganggap bahwa keselamatan itu bisa diperoleh dengan usaha atau perbuatannya sendiri.

Golongan Pertama: Orang yang tidak merasa butuh keselamatan

Orang-orang seperti ini tidak merasakan adanya kebutuhan rohani mereka. Sekalipun mereka lapar dan haus, namun mereka tidak menginginkan makanan dan air yang sangat mereka butuhkan. Mereka bersikap acuh tak acuh.

Mengapa orang tidak merasa butuh keselamatan? Ada tiga kemungkinan. Pertama, mereka mabuk oleh hal-hal duniawi seperti uang, hobby, pesta, dugem, seks, dsb. sehingga tidak merasakan adanya kebutuhan rohaninya. Karena hal inilah Yesus berkata bahwa orang kaya sukar masuk sorga (Mat. 19:23-24), karena mereka sangat rentan akan tindakan seperti ini. Kedua, mereka terobsesi dengan kesukaran atau penderitaan duniawi, sehingga tidak memikirkan kebutuhan rohaninya sama sekali. Sikap seperti ini sering menghinggapi orang miskin. Ketiga, mereka berpikir bahwa kematian itu masih jauh dan karenanya saat ini tidak perlu memikirkan kehidupan setelah kematian. Orang muda rawan terhadap pemikiran seperti ini.

Golongan Kedua: Orang yang merasa butuh keselamatan tetapi merasa dirinya mampu mengusahakannya

Orang-orang seperti inilah yang dimaksudkan dalam ayat 2a. Mereka mengira bahwa dengan membeli sesuatu atau makanan, mereka bisa menjadi kenyang. Ini merupakan gambaran dari orang-orang yang mengusahakan sendiri keselamatannya dengan berbuat baik atau beramal, dan mengira bahwa itu bisa menyelamatkan mereka. Orang-orang yang mengupayakan keselamatannya dengan kemampuannya sendiri ini memang bisa saja merasa bahwa mereka berhasil.

Golongan Ketiga: Orang yang merasa butuh keselamatan dan sadar dirinya sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mengusahakannya

Mereka yang termasuk ke dalam golongan yang ketiga ini benar-benar menyadari bahwa mereka mutlak membutuhkan keselamatan. Dan mereka ini juga sadar betul bahwa mereka tidak akan sanggup mengupayakan keselamatan dengan usaha mereka sendiri.

 

Cara Mendapatkan Keselamatan

Berdasarkan apa yang dinyatakan dalam ayat 1-2a, tampak bahwa ada 2 cara untuk mendapatkan berkat rohani keselamatan.

1. Dengan ‘uang pembelian’

Uang pembelian” (ay. 2a) menunjuk pada usaha manusia atau perbuatan baik manusia. Agama-agama lain di luar Kristen menganut ajaran seperti ini tentang keselamatan. Kekristenan mengajarkan bahwa satu-satunya keselamatan dari dosa adalah iman kepada Yesus Kristus dan kematian-Nya yang menebus kita dari dosa di kayu salib. Sementara agama-agama lain mencari keselamatan melalui perbuatan-perbuatan baik atau pemeliharaan peraturan-peraturan dan hukum-hukum.

Dalam Kristen – yang Alkitabiah dan Injili – kita bisa selamat hanya karena iman/percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan sama sekali bukan karena perbuatan baik kita (Ef. 2:8-9). Jadi, dalam agama Kristen, sekalipun perbuatan baik harus dilakukan, namun itu sama sekali tidak punya andil dalam menyelamatkan kita atau membawa kita ke surga. Perbuatan baik dilakukan oleh setiap orang percaya atau orang Kristen sebagai buah dari keselamatan yang sudah diperolehnya.

2. Tanpa bayaran atau dengan cuma-cuma

Inilah prinsip kekristenan dalam hal keselamatan, seperti yang dinyatakan dalam Wahyu 21:6b, “Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan”. Ini ditegaskan lagi dalam Wahyu 22:17b, “…barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma”. Mengapa keselamatan bisa tanpa bayaran atau cuma-cuma? “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia Allah telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus” (Roma 3:23-24).

Perlu dicatat juga bahwa sebelum Yesaya 55:1 yang berbicara tentang keselamatan yang cuma-cuma ini, Yesaya 53 ada menubuatkan penderitaan dan kematian Kristus untuk menebus umat manusia dari dosa. Jadi, keselamatan yang cuma-cuma itu dapat kita peroleh setelah Kristus menderita dan mati untuk menebus kita dari hutang dosa kita.

Prinsip keselamatan dalam agama Kristen ini sering dicemooh orang-orang yang tidak percaya atau nonKristen. Mereka berkata, “Enak sekali ya. Kita yang melakukan dosa, kog Yesus yang memikul dosa kita. Sungguh, jalan yang terlalu gampang dan terlalu enak!” Kalau Tuhan menawarkan apa yang terlalu gampang atau terlalu enak tidak perlu kita curigai. Karena Tuhan itu memang baik dan penuh kasih karunia. Dengan adanya kasih karunia inilah yang menyebabkan Tuhan mau memberikan yang baik kepada orang-orang yang tidak layak menerimanya.

 

Pilihan dan Konsekuensinya

Mereka yang termasuk dalam golongan pertama mungkin tidak akan beragama. Kalaupun mereka beragama, mereka tidak akan bersikap serius dengan agamanya, karena mereka tidak begitu hirau dengan keselamatannya.

Orang-orang yang termasuk dalam golongan kedua sangat mungkin menganut agama lain di luar agama Kristen, yang semuanya menekankan perbuatan baik atau amal untuk bisa selamat. Tuhan menegur orang yang menolak pemberian keselamatan dengan cuma-cuma dari-Nya dan justru berjerih-payah untuk hal-hal yang tidak berguna (dalam hal rohani atau keselamatan) (ay. 2). Ini menunjukkan bahwa para penganut agama lain di luar Kristen tertipu. Mereka menyangka sudah memperoleh keselamatan dengan usaha mereka sendiri (berbuat baik) namun nyatanya yang mereka peroleh adalah hal yang tidak berguna. Bandingkan dengan Amsal 14:12 yang menyatakan, “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”.

Yang termasuk dalam golongan ketiga adalah orang yang percaya kepada Kristus atau orang Kristen. Kita percaya bahwa kita tidak akan sanggup menyelamatkan diri kita, karena perbuatan baik apapun yang kita lakukan, itu tetap saja bernoda dosa yang kita warisi dari manusia pertama, Adam. Hanya dengan berserah kepada Yesus, kita ditebus dari dosa kita dan diselamatkan.

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan