Doa Minta Pertolongan
DOA MINTA
PERTOLONGAN
Mazmur 86:1-11
Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan
1 Doa Daud.
Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin
aku.
2 Peliharalah
nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya
kepada-Mu.
3 Engkau adalah
Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang
hari.
4 Buatlah jiwa
hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
5 Sebab Engkau,
ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang
yang berseru kepada-Mu.
6 Pasanglah
telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.
7 Pada hari
kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.
8 Tidak ada
seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang
Kaubuat.
9 Segala bangsa
yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan
memuliakan nama-Mu.
10 Sebab Engkau
besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
11 Tunjukkanlah
kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah
hatiku untuk takut akan nama-Mu.
(Maz.
86:1-11)
PENDAHULUAN
Daud, orang yang sangat berkenan di hati Tuhan, adalah seorang pendoa yang setia. Kita dapat melihat hal itu dalam berbagai mazmur yang ditulisnya dalam Kitab Mazmur, termasuk fasal 86 ini. Tuhan juga sangat mencintai Daud. Namun dalam nas ini kita melihat betapa Daud sedang terpuruk. Dia merasa miskin dan sengsara bahkan merasa nyawanya terancam.
Dengan kondisi yang seperti itu, Daud ingin
sekali dilepaskan dari keterpurukan dan
kesengsaraannya.
Dia rindu dipulihkan untuk bangkit kembali. Dengan merendahkan
diri ia berseru nyaring kepada Tuhan, seolah-olah meratap dia berkata, ‘Aku ini seorang pengemis yang hina, hamba
memerlukan pertolongan’. Dalam seruannya minta pertolongan Tuhan, Daud sebagai pemazmur
menuturkan alasan-alasan mengapa ia yakin bahwa Tuhan pasti menjawab
permohonannya. Alasan-alasan yang disampaikan pemazmur mengapa ia yakin Tuhan
akan menjawab doanya ditunjukkan oleh kata kunci ‘sebab’, yaitu sebab kondisi
si pemazmur dan sebab sifat hakiki Allah.
SEBAB “KONDISI SI PEMAZMUR”
1. Sebab Pemazmur Miskin di Hadapan Tuhan
Pemazmur memohon kepada Tuhan, “Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara
dan miskin aku” (ay. 1).
Ketika kita datang kepada Tuhan dalam doa, kita harus datang sebagai orang yang tidak memiliki apa-apa atau dengan kata lain sebagai pengemis. Sekalipun kita kaya, berpenghasilan besar, memegang jabatan bergengsi
atau orang terhormat harus kita sadari bahwa itu semua pemberian Tuhan. Jadi,
pemazmur dan juga kita adalah miskin dan tidak punya apa-apa di hadapan Tuhan
dan Yesus berfirman, “Berbahagialah orang yang miskin di
hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Mat.
5:3).
2. Sebab Pemazmur Dikasihi Tuhan
Kata
sebab yang dipakai pemazmur dalam ay.
2 adalah untuk orang yang dikasihi Tuhan dan yang percaya kepada Tuhan. Rasul
Paulus dalam suratnya kepada orang-orang Kristen
di Roma menulis: “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan
yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang
menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’” (Roma
8:15). Jadi, kita dapat datang kepada Tuhan dan berdoa
memohon agar Tuhan mencukupkan keperluan kita karena
Dia adalah Bapa kita, dan kita adalah anak-anakNya yang percaya kepadaNya dan yang
dikasihiNya.
3. Sebab Pemazmur Berseru Sepanjang Hari kepada Tuhan
Dalam
ay. 3 pemazmur memakai kata sebab yang menunjukkan
kepada kita apa yang harus menjadi sifat kita. Jika kita ingin tetap dalam
persekutuan dengan Tuhan, kita harus memanggil Dia “sepanjang hari”, setiap saat, setiap waktu dalam kehidupan kita (bdk. Yer. 33:3). Rasul
Paulus meminta orang-orang Kristen di Efesus agar supaya “…berdoalah setiap
waktu...” (Ef. 6:18). Dalam Kisah Para Rasul 12:5-10
diceritakan tentang jemaat yang dengan tekun mendoakan Petrus
yang ditangkap dan dipenjarakan dengan penjagaan sangat ketat oleh Herodes. Dan
pada malam sebelum Herodes menghadapkan Petrus kepada
orang banyak, Malaikat
Tuhan menepuk, membangunkan Petrus, menyuruhnya merapikan diri, lalu memimpin
Petrus keluar dari penjara dengan melalui para penjaga sampai ke pintu gerbang
penjara yang juga terbuka dengan sendirinya.
4. Sebab Pemazmur Mengangkat Jiwanya kepada Tuhan
Pemazmur memulai nas ini dengan meminta Tuhan untuk menyendengkan telinga-Nya kepadanya (ay. 4). Kemudian Daud memadupadankan permohonannya tersebut dengan bagian penuh pengharapan yang dapat dilakukannya, yaitu mengangkat jiwanya ke hadirat Allah. Pengangkatan itu dilakukan agar ia dapat mengambil bagian dalam sukacita Allah. Tuhan adalah pusat kebahagiaan abadi, sebagaimana tampak dalam mazmur Daud yang lain: “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa” (Maz. 16:11).
SEBAB “SIFAT HAKIKI
ALLAH”
1. Sebab Tuhan Baik dan Penuh Pengampunan
Allah adalah Tuhan yang baik, suka mengampuni dan
berlimpah kasih setia (ay. 5). Ini adalah alasan yang sangat penting
mengapa kita berdoa kepada Tuhan. Senada dengan
hal ini,
Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana cara berdoa kepada murid-murid-Nya.
Tuhan Yesus mengajarkan agar
setiap pendoa memohon kepada Tuhan untuk mengampuni dosanya. Tuhan itu baik dan penuh kasih setia kepada setiap
orang yang berseru kepada-Nya.
2. Sebab Tuhan Menjawab Doa Kita
Satu jaminan mengapa Tuhan pasti
menjawab setiap doa kita (ay. 7) adalah karena
kita anak-anak-Nya. Perlu dicatat bahwa menjawab dan
mengabulkan adalah dua hal yang berbeda. Tuhan mengabulkan doa kita seturut
dengan kehendak-Nya. Yesus sendiri menegaskan hal ini
dalam Lukas 22:42, "...tetapi
bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
3. Sebab Tuhan Itu Esa dan Mahabesar
Di
sini pemazmur mengakui bahwa Allah itu Mahabesar dan penuh dengan mujizat (ay. 10).
Artinya sebesar, sesulit dan seberat apapun pergumulan kita, Allah jauh lebih
besar dan lebih berkuasa, dan tidak ada yang mustahil bagi Allah. Hanya Allah
sendirilah satu-satunya yang memiliki sifat hakiki seperti ini, tidak ada yang
lain.
REFLEKSI
Ketika kita rindu untuk dilepaskan dari
keterpurukan, hal pertama yang baik untuk kita lakukan adalah meneladani Daud.
Ia mengambil tempat yang tepat, ia datang menghampiri Tuhan. Lalu dengan merendahkan diri kita berdoa kepada Tuhan seperti pengemis
yang tidak punya apa-apa memohon pertolongan-Nya. Kita layak datang kepada
Tuhan sebab kita adalah anak-anak-Nya yang dikasihi-Nya dan percaya kepadanya,
sebab kita berdoa setiap waktu kepada-Nya, dan sebab kita mengangkat jiwa kita
kepada-Nya. Tuhan itu Mahabesar, Mahabaik, penuh pengampunan dan berlimpah
kasih setia, penuh dengan mujizat, dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Oleh
sebab itu, Dia pasti menjawab doa permohonan kita seturut dengan kehendak-Nya.
Comments
Post a Comment