Mata Tuhan Tertuju Kepada Orang Benar
MATA
TUHAN TERTUJU KEPADA ORANG BENAR
Mazmur 34:15-22
Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan
15 Mata TUHAN
tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta
tolong;
16 wajah TUHAN
menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada
mereka dari muka bumi.
17 Apabila
orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka
dari segala kesesakannya.
18 TUHAN itu dekat
kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk
jiwanya.
19 Kemalangan
orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;
20 Ia melindungi
segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
21 Kemalangan akan
mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung
hukuman.
22 TUHAN
membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya
tidak akan menanggung hukuman.
(Maz. 34:15-22)
PENDAHULUAN
Menjadi orang benar tentu bukan terjadi karena usaha sendiri, melainkan karena anugerah Tuhan. Namun hidup senantiasa sebagai orang benar yang mempraktekkan kebenaran merupakan seni yang harus terus menerus dipelajari dan diterapkan sejak usia dini atau sejak awal kehidupan. Berdasarkan hal inilah pemazmur menasehati anak-anak agar mereka belajar hidup takut akan Tuhan sejak dini. Takut akan Tuhan berarti menjadikan karakter Tuhan sebagai cerminan hidup, dan dengan demikian kata dan perbuatan harus sesuai dengan kekudusan Tuhan.
Mazmur Daud ini mengajak orang untuk menyadari
konsekuensi menjadi orang benar. Namun bukan dalam nada putus asa, melainkan
tetap penuh pengharapan. Sekalipun kemalangan orang benar banyak, tetapi
kemalangan tidak bisa menjadi alasan bagi seseorang untuk berhenti menjadi
orang benar. Kemalangan juga tidak boleh dijadikan dasar untuk melakukan hal
yang tidak benar. Walaupun kemalangan adalah kenyataan yang harus dihadapi,
namun menjadi orang benar tetap harus dilakukan.
TUHAN MELINDUNGI
DAN MENJAGAI ORANG BENAR
“Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar” (ay. 15) untuk menuntun dan membimbing mereka dan juga untuk melindungi dan menjagai mereka. Orangtua yang sangat sayang kepada anaknya pasti tidak akan membiarkan anak itu menghilang dari pandangannya, terlebih lagi Tuhan kepada anak-anak-Nya. Tidak seorangpun dari anak-anak Tuhan pernah luput dari pandangan-Nya, dan Ia memandang mereka dengan penuh perhatian dan kelemah-lembutan.
Tuhan sungguh peduli dengan orang-orang benar, dan
apabila mereka berseru-seru maka Tuhan mendengar (ay. 17). Telinga-Nya terbuka
kepada doa-doa mereka dan siap menyambutnya dengan senang hati. Meskipun tidak
ada yang merdu atau menawan dalam seruan kita, namun telinga Tuhan terbuka
untuk mendengarkannya, seperti seorang ibu yang lemah lembut mendengarkan
teriakan anaknya yang ditujukan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa sudah menjadi
kebiasaan orang-orang baik, ketika mereka dilanda kesusahan, untuk berseru-seru
kepada Tuhan, dan mereka selalu terhibur bahwa Ia mendengarkan mereka. Dia
tidak hanya memperhatikan apa yang kita katakan, tetapi juga siap memberikan
kelegaan kepada kita (ay. 17).
TUHAN DEKAT KEPADA
ORANG YANG PATAH HATI
Dengan merenungkan keberdosaannya di hadapan Tuhan, maka orang-orang benar memandang diri sendiri rendah hingga mereka merasa patah hati dan remuk jiwa. Artinya mereka merendahkan diri karena dosa dan dengan demikian mereka tidak mengandalkan kemampuan sendiri, tetapi hanya mengandalkan Tuhan semata. Tetapi dalam keadaan yang seperti itulah Tuhan dekat kepada mereka (ay. 18), untuk menghibur dan menyokong mereka supaya jiwa mereka tidak remuk melebihi yang sepatutnya, sebab kalau tidak, jiwa itu akan mati di hadapan-Nya (Yes. 57:15).
Sekalipun Tuhan itu berdiam di tempat yang mahatinggi,
namun Dia dekat kepada orang-orang yang, karena remuk jiwanya, tahu bagaimana
menghargai kebaikan-Nya, dan Dia akan menyelamatkan mereka dari bahaya
tenggelam di bawah beban-beban mereka. Tuhan dekat dengan mereka untuk tujuan
yang baik.
ORANG BENAR
DILUPUTKAN DARI PERMASALAHANNYA
Di dunia ini kemalangan orang benar banyak, seperti misalnya Daud dengan segala penderitaannya (Maz. 132:1). Ada orang-orang yang membenci mereka (ay. 21), dan orang-orang itu terus-menerus berusaha berbuat jahat terhadap mereka. Karena itu, di antara belas kasihan sorga dan kebencian neraka, penderitaan-penderitaan orang benar memang banyak. Akan tetapi, Tuhan turut campur demi kelepasan dan keselamatan mereka.
Tuhan melepaskan mereka dari segala kesesakannya (ay.
17,19). Ia menyelamatkan mereka (ay. 18), sehingga meskipun mereka mungkin
jatuh ke dalam masalah, itu tidak akan membawa kehancuran bagi mereka. Tuhan
akan membebaskan nyawa hamba-hamba-Nya dari cengkeraman dunia orang mati (Maz.
49:15) dan dari sengat setiap penderitaan. Ia menjaga mereka agar mereka tidak
berdosa di dalam permasalahan-permasalahan mereka, agar mereka tidak putus asa,
dan agar tidak kehilangan kepemilikan atas jiwa mereka sendiri. Semua orang
yang berlindung pada-Nya tidak akan menanngung hukuman (ay. 22), yaitu mereka
tidak akan hidup tanpa penghiburan, sebab mereka tidak akan dijauhkan dari
persekutuan dengan Tuhan.
WAJAH TUHAN
MENENTANG ORANG FASIK
“Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat” (ay. 16), karena mereka telah berperang melawan Dia. Kehancuran ada di hadapan mereka jika Tuhan menentang mereka, sebab Dia mampu membunuh maupun mencampakkan mereka ke dalam neraka. Apabila wajah Tuhan menentang mereka, Dia tidak hanya akan melenyapkan mereka, tetapi juga melenyapkan ingatan kepada mereka. Dia akan melenyapkan keturunan mereka, yang mungkin saja akan mengenang mereka. Dia akan menumpahkan aib ke atas segala pencapaian mereka, yang mereka bangga-banggakan dan yang karenanya mereka pikir mereka harus diingat.
“Kemalangan akan mematikan orang fasik” (ay. 21). Kata kemalangan di sini, yang mematikan orang fasik, adalah kata yang sama, namun dalam bentuk tunggal, dengan yang digunakan dalam ay. 19 untuk kemalangan orang benar. Ini berarti bahwa orang benar mengalami banyak permasalahan, namun segala permasalahan itu tidak akan menyakiti mereka, melainkan akan diubahkan untuk membawa kebaikan bagi mereka, sebab Tuhan akan meluputkan mereka dari itu semua. Sedangkan orang fasik mengalami lebih sedikit masalah, sedikit kemalangan yang menimpa mereka, bahkan mungkin hanya satu, tetapi kemalangan yang satu itu bisa membawa kehancuran total bagi mereka. Satu permasalahan yang disertai dengan kutuk akan membunuh dan mematikan, tetapi banyak permasalahan yang disertai dengan berkat tidak akan berbahaya, bahkan bermanfaat.
Orang-orang fasik sering kali membenci segala sesuatu yang
benar, baik itu orang benar maupun perbuatan yang benar. Mereka menabuh
permusuhan yang berurat-berakar melawan orang benar dan kebenarannya. Namun
mereka akan menanggung hukuman sebagai orang yang bersalah, dan binasa untuk
selama-lamanya. Mereka akan ditinggalkan dan diabaikan selamanya oleh Tuhan dan
semua malaikat serta manusia yang baik. Karena itulah orang-orang yang demikian
memang sungguh malang adanya.
REFLEKSI
Menjadi orang benar tidak selalu mulus jalannya, bahkan
bisa membuat orang lain memusuhinya karena kebenaran itu dirasakan menghambat
atau merugikan orang tersebut. Tantangan menjadi orang benar pada masa kini
sungguh berat. Misalnya, berkata tidak untuk korupsi, dijauhi oleh rekan kerja
karena dianggap menghambat proyek korupsi bersama, dsb. Segala kemalangan bisa
membuat orang berpikir menyimpang, misalnya ikut melakukan hal yang tidak benar
karena semua orang melakukan hal yang sama. Namun belajar dari Daud, kita
diajak untuk bertahan dalam kebenaran karena kita menyadari bahwa Tuhan akan
menyertai dan melindungi orang benar.
Comments
Post a Comment