Keadilan Allah Melindungi Hamba-Nya

KEADILAN ALLAH MELINDUNGI HAMBA-NYA

Yeremia 11:18-23

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

18  TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku.

19  Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: “Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!”

20  Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

21  Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang orang-orang Anatot yang ingin mencabut nyawaku dengan mengatakan: “Janganlah bernubuat demi nama TUHAN, supaya jangan engkau mati oleh tangan kami!” 

22  Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: “Sesungguhnya, Aku akan menghukum mereka: pemuda-pemuda mereka akan mati oleh pedang, anak-anak mereka yang laki-laki dan perempuan akan habis mati kelaparan;

23  tidak ada yang tinggal hidup di antara mereka, sebab Aku akan mendatangkan malapetaka kepada orang-orang Anatot pada tahun hukuman mereka.”

(Yeremia 11:18-23)

PENDAHULUAN

Dalam pelayanannya sebagai nabi, Yeremia mengalami berbagai macam perlakuan jahat, bahkan sampai nyawanyapun terancam. Orang-orang Anatot yang menolak kebenaran pemberitaan firman Tuhan oleh Yeremia merasa sangat terusik hingga berkonspirasi hendak melenyapkan Yeremia karena hati mereka dipenuhi dengan kegeraman dan kemarahan. Mereka tidak tahan mendengar kebenaran firman-Nya yang telah membongkar ketidaksetiaan dan dosa mereka kepada Allah, namun mereka mengeraskan hati untuk bertobat, maka hamba-Nyalah yang menjadi sasaran kemarahan mereka.

Akan tetapi, Tuhan ada di pihak hamba-Nya dan tidak membiarkan hamba-Nya dikuasai oleh orang-orang yang memberontak kepada-Nya. Allah melindungi Yeremia dari persepakatan jahat orang-orang Anatot dengan menegakkan keadilan-Nya terhadap mereka. Lalu Tuhan menetapkan akan mendatangkan malapetaka kepada orang-orang yang mengancam akan membunuh hamba-Nya pada tahun hukuman mereka.

PERSEPAKATAN JAHAT TERHADAP YEREMIA

Orang-orang Anatot, daerah di mana Yeremia tinggal, mengadakan persepakatan jahat terhadap Yeremia, berunding bersama-sama untuk merancangkan bagaimana ia bisa mati di tangan mereka dengan cara yang sangat mungkin berhasil. Mereka berkata tentang Yeremia, “Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya!” (ay. 19). Sebuah ungkapan yang sesungguhnya berarti, “Marilah kita habisi dia sampai ke akar-akarnya, kita hancurkan baik orangtua maupun keluarganya”. Bahkan mereka juga berkonspirasi untuk menenggelamkan nama baik Yeremia dengan cara membebaninya dengan cela dan kehinaan, sehingga dengan demikian merusak kepercayaan terhadap nubuat-nubuatnya.

Persekongkolan jahat orang-orang Anatot ini terhadap Yeremia digagalkan Tuhan. Mereka menyangka akan mengakhiri hidup Yeremia, tetapi ia hidup lebih lama daripada sebagian besar musuhnya. Mereka menyangka akan menghancurkan ingatan akan Yeremia, tetapi ingatan itu hidup sampai hari ini, dan akan diberkati selama waktu terus berjalan. Tetapi bersamaan dengan penyerbuan musuh atas Yerusalem, daerah Anatot inipun dihancurkan pada tahun hukuman Tuhan.

ALLAH MEMBERITAHU YEREMIA TENTANG PERSEPAKATAN JAHAT TERHADAPNYA

Yeremia datang ke Anatot tanpa bermaksud jahat kepada orang-orang di sana, dan karena itu tidak takut pada kejahatan apapun dari mereka, seperti anak domba jinak yang menyangka sedang digiring ke padang rumput seperti biasa, padahal ia dibawa untuk disembelih (ay. 19). Sama sekali tak terbayangkan oleh Yeremia akan rencana apa yang direncanakan penduduk daerahnya yang membenci dia. Tak seorangpun dari teman-temannya yang bisa, dan tak seorangpun dari musuh-musuhnya yang mau, memberitahukan kepadanya tentang bahaya yang mengintainya, supaya ia bisa menyelamatkan diri.

Tetapi Tuhan memberitahukan hal itu kepada Yeremia, melalui mimpi atau penglihatan atau melalui kesan pada rohnya, demi keselamatan dirinya. Tuhan tidak membiarkan siapapun untuk mencelakai hmba-hamba-Nya. Dia mengetahui semua rancangan tersembunyi dari musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh umat-Nya, dan jika berkehendak, dapat memberitahukannya kepada mereka dengan cara-Nya sendiri.

SERUAN YEREMIA KEPADA TUHAN

Setelah Yeremia mengetahui persepakatan jahat yang ditujukan kepadanya, ia menyerahkan perkaranya kepada Tuhan. Matanya tertuju kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam, yang menghakimi dengan adil (ay. 20). Suatu penghiburan bagi kita bahwa ketika orang berlaku tidak adil terhadap kita, kita mempunyai Allah yang kepada-Nya kita bisa mengadu, yang benar-benar membela perkara orang-orang yang tidak bersalah yang dijahati, dan akan tampil melawan orang-orang yang menjahati.

Mata Yeremia tertuju kepada Dia sebagai Allah yang menguji batin dan hati (ay. 20), yang dengan sempurna melihat apa yang ada di dalam hati manusia, apa yang dipikirkan dan diniatkannya. Ia mengetahui kelurusan hati Yeremia, dan bahwa ia bukan merupakan orang seperti yang orang-orang Anatot gambarkan. Ia mengetahui kefasikan yang ada di dalam hati mereka, meskipun disembunyikan dan disamarkan dengan begitu liciknya.

Yeremia menyerahkan perkaranya sepenuhnya pada penghakiman Allah (ay. 20). Merupakan penghiburan bagi kita bahwa ketika kita dijahati, kita memiliki Allah yang kepada-Nya kita dapat mempercayakan perkara kita. Dan sudah menjadi kewajiban kita untuk mempercayakan perkara kita kepada Dia, dengan tekad untuk menerima putusan-Nya yang tak dapat diganggu gugat dan untuk tunduk pada-Nya serta segala keputusan-Nya.

ALLAH MENGHAKIMI MEREKA

Tidak ada gunanya bagi Yeremia untuk mengajukan perkaranya ke pengadilan di Yerusalem. Ia tidak akan dapat memperoleh keadilan di sana, karena imam-imam di sana akan membela para imam di Anatot, dan lebih menyokong mereka daripada menentang mereka. Karena itulah Yeremia menyerahkan perkaranya kepada Allah, dan Allah sendiri akan memperhatikan dan menghakimi perkara itu, dan hukuman-Nya pasti berlangsung secara jujur dan adil.

Kejahatan orang-orang Anatot dibacakan, yang menjadi dasar penjatuhan hukuman atas mereka (ay. 21). Tindakan Yeremia yang menimbulkan amarah mereka adalah karena ia bernubuat demi nama Tuhan tanpa seizin pemerintah daerah di mana ia termasuk sebagai warganya, dan tidak menubuatkan hal-hal yang bagus seperti yang selalu dilakukan imam-imam Anatot. Dengan melarang Yeremia bernubuat, mereka sebenarnya ingin memburu nyawanya, sebab mereka berusaha mengagalkan tujuan dan pekerjaan hidupnya.

HUKUMAN DIJATUHKAN ATAS MEREKA

Allah berkata, “Aku akan menghukum mereka…” (ay. 22). Dua hukuman paling menyedihkan dari empat hukuman yang ditetapkan Allah akan dipakai untuk menghancurkan kota mereka. Pertama, pedang akan menghabisi pemuda-pemuda mereka, meskipun mereka adalah imam-imam muda, dan bukan prajurit-prajurit perang. Kemudian yang kedua, kelaparan akan membinasakan anak-anak mereka, laki-laki dan perempuan, suatu kematian yang lebih menyakitkan daripada kematian karena pedang (Rat. 4:9). Lalu Tuhan menuntaskan hukumannya atas mereka dengan tidak ada yang tinggal hidup di antara mereka, tidak ada yang tinggal untuk menjadi benih bagi angkatan selanjutnya. Dan Tuhan juga akan mendatangkan malapetaka atas mereka pada tahun hukuman mereka (ay. 23).

Mereka memburu nyawa Yeremia, dan karena itu nyawa mereka akan dihabisi Tuhan. Mereka ingin menghancurkan Yeremia sampai ke akar-akarnya sehingga namanya tidak diingat orang lagi, dan karena itu Tuhan menetapkan tidak akan ada yang tinggal hidup di antara mereka. Dalam hal ini Tuhan bertindak dengan benar dan adil. Demikianlah malapetaka didatangkan kepada orang-orang Anatot pada tahun hukuman mereka, malapetaka yang buruk, pembalasan yang pantas mereka dapatkan. Betapa mengerikan keadaan orang, jika hamba-hamba Tuhan dan orang-orang baik berdoa melawan mereka.

REFLEKSI

Penolakan yang dialami Yeremia juga bisa dialami oleh orang percaya pada masa kini. Tetapi, meskipun mengalami kesulitan, tantangan, penolakan, penganiayaan bahkan ancaman dalam pelayanan, perlindungan Allah selalu menyertai kita. Kita tidak perlu membalas kejahatan orang-orang yang merancangkan ataupun yang melakukan kejahatan kepada kita. Mengikuti teladan Yeremia, kita harus menyerahkan penghakiman kepada Tuhan. Pada waktu dan cara-Nya yang ajaib, Dia akan membela hamba-Nya dan umat-Nya. Bertahanlah dan nantikanlah tahun hukuman Tuhan itu!

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan