Menjadi Teguh Karena Iman
MENJADI TEGUH KARENA IMAN
Mazmur 125:1-5
Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan
1 Nyanyian ziarah. Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.
2 Yerusalem, gunung-gunung sekelilingnya; demikianlah TUHAN sekeliling umat-Nya, dari sekarang sampai selama-lamanya.
3 Tongkat kerajaan orang fasik tidak akan tinggal tetap di atas tanah yang diundikan kepada orang-orang benar, supaya orang-orang benar tidak mengulurkan tangannya kepada kejahatan.
4 Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati;
5 tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan. Damai sejahtera atas Israel!
(Mazmur 125:1-5)
PENDAHULUAN
Setiap makhluk yang hidup di dunia ini membutuhkan tempat yang aman untuk tinggal dan berdiam. Juga diperlukan kekuatan untuk dapat bertahan terhadap kondisi dan keadaan dari lingkungan di mana makhluk itu tinggal. Tidak terkecuali kita manusia dalam hal ini. Namun apakah setiap orang dapat menemukan tempat sedemikian dan punya kekuatan untuk dapat bertahan terhadap segala kondisi kehidupan? Pemazmur dengan tegas menyatakan bahwa hanya orang-orang yang percaya kepada Tuhan yang tidak akan goyang dan tetap untuk selama-lamanya.
Perlindungan Tuhan bagi orang-orang percaya digambarkan pemazmur seperti layaknya Yerusalem yang dikelilingi oleh gunung-gunung. Melalui letak geografis Yerusalem ini, pemazmur hendak memberitahukan bahwa Tuhan senantiasa berada di sekeliling orang-orang yang percaya kepada-Nya, sehingga mereka menjadi kuat dan tidak berubah, juga aman dan terlindungi. Mereka akan hidup aman dikelilingi benteng pengaman kehidupan.
UMAT PERJANJIAN TUHAN
Dalam nas ini ada janji-janji penting yang dinyatakan bagi umat Allah. Umat Allah kepada siapa janji-janji itu diberikan, yang akan mendapat manfaat darinya dan akan terhibur olehnya, adalah orang-orang benar (ay. 3). Disebut demikian jika mereka benar di hadapan Allah, benar menurut Allah, dan benar menurut seluruh umat manusia, serta dibenarkan dan dikuduskan bagi-Nya.
Orang-orang yang percaya kepada Tuhan juga merupakan orang-orang benar, yang dibenarkan karena iman percayanya. Percaya artinya menyerahkan seluruh totalitas hidup hanya kepada Tuhan dalam segala keadaan dan sama sekali tidak menggantungkan hidup kepada diri sendiri, orang lain atau allah lain. Percaya penuh kepada Tuhan sebagai Allah Yahwe mestilah dimiliki oleh umat-Nya. Semakin pengharapan kita terbatas pada Allah saja, semakin besar pula hal-hal yang bisa kita harapkan dari-Nya.
IMAN AKAN MENEGUHKAN ORANG BENAR
Orang-orang yang pikirannya tertuju kepada Allah akan benar-benar menjadi teguh. Mereka adalah seperti gunung Sion (ay.1). Dalam PB, jemaat disebut sebagai Gunung Sion (Ibrani 12:22). Setiap orang yang percaya kepada Allah akan menjadi teguh (Maz. 112:7), karena iman mereka akan meneguhkan mereka (Yes. 7:9). Mereka kokoh seperti gunung Sion karena mereka ditopang oleh pemeliharaan ilahi. Terlebih lagi, mereka adalah seperti gunung kudus yang ditopang oleh janji.
Mereka tidak goyang, baik oleh penguasa kerajaan angkasa maupun oleh segala kelicikan dan kekuatannya, karena mereka didirikan di atas batu karang sehingga alam maut tidak akan menguasai mereka (Mat. 16:18). Mereka tidak bisa digoyangkan dari kesetiaan mereka ataupun keyakinan mereka kepada Allah. Mereka tetap untuk selama-lamanya (ay. 1) di dalam anugerah yang merupakan kemuliaan kekal bagi mereka.
ORANG PERCAYA AMAN DALAM PERLINDUNGAN ALLAH
Orang-orang percaya akan aman dan dilindungi Allah dari segala celaan musuh mereka, seperti Yerusalem memiliki kubu dan benteng yang terbentuk secara alami, yaitu gunung-gunung yang ada di sekelilingnya (ay. 2). Gunung-gunung ini tidak hanya melindungi kota itu dari angin badai dan menghancurkan kekuatan badai tersebut, tetapi juga menyebabkan musuh sangat sulit menerobos ke dalam. Pembelaan seperti itulah yang disediakan oleh pemeliharaan Allah bagi umat-Nya.
Pemeliharaan dan perlindungan Allah atas umat-Nya tidak akan berhenti, dan mereka dikatakan akan menjadi teguh untuk selama-lamanya (ay. 1), dan Allah mengelilingi mereka dari segala sisi sampai selama-lamanya (ay. 2). Ini menunjukkan bahwa janji tentang kekokohan umat Allah dan perlindungan bagi mereka akan tergenapi sepenuhnya di dalam kehidupan kekal. Di sorga, Allah sendiri, dengan kemuliaan dan anugerah-Nya, yang akan mengelilingi mereka sampai selama-lamanya.
MALAPETAKA ORANG PERCAYA TIDAK TETAP
Tongkat kerajaan atau kekuasaan orang fasik bisa saja jatuh menimpa orang-orang benar, harta mereka, kekebasan mereka, keluarga mereka atau apapun yang menjadi bagian dari kehidupan mereka. Namun Tuhan berjanji tongkat itu tidak akan tinggal tetap di sana. Karena apabila kekuasaan orang fasik berlarut-larut, maka orang benar mungkin saja akan tergoda untuk mengulurkan tangannya kepada kejahatan (ay. 3). Artinya ada bahaya karena lama ditindas dan dianiaya gara-gara kepercayaan mereka, pada akhirnya orang percaya bisa menjadi lelah dan ingin menyerah lalu bergabung dengan orang fasik di dalam perbuatan mereka yang fasik.
Allah akan segera menghentikan perbuatan orang fasik di dalam kebenaran, begitu singkat waktunya sehingga pada waktu umat-Nya dicobai, Ia akan memberikan jalan keluar. Allah akan memperhatikan keadaan umat-Nya, dan akan menyelaraskan pencobaan dengan kekuatan mereka melalui pemeliharaan-Nya, sebagaimana Dia menyelaraskan kekuatan mereka terhadap pencobaan melalui kuasa anugerah-Nya. Hari-hari malapetaka atau pencobaan umat-Nya akan dipersingkat, sehingga apapun yang terjadi pada mereka di dunia ini, mereka tidak akan kehilangan bagian mereka di antara orang-orang yang terpilih.
ALLAH BERSIKAP ADIL TERHADAP UMAT-NYA
Pemazmur memohon keadilan Allah kepada orang-orang baik dan juga kepada orang-orang yang melakukan kejahatan. Dia mendoakan kebahagiaan bagi orang-orang baik dan bagi orang-orang yang tulus hati dan setia (ay. 4). Ini dilandasi oleh keyakinan pemazmur bahwa mereka yang berbuat baik pasti akan diperlakukan dengan baik pula. Pemazmur tidak mengatakan, ‘Lakukanlah kebaikan, ya Tuhan, kepada orang-orang sempurna, yang tidak berdosa dan tidak bernoda’, melainkan kepada mereka yang tulus hati. Mereka yang seharusnya berbuat baik akan bersikap sebagaimana mestinya jika mereka tulus hati, sehingga mereka berlaku baik seperti penampilan luar mereka. Adalah sesuatu yang menyenangkan untuk memohon yang baik bagi orang-orang yang kepadanya Allah telah menetapkan diri-Nya untuk berlaku baik.
Jalan yang penuh dosa adalah jalan yang menyimpang, dan dosa adalah kebalikan dari apa yang benar. Kesudahan bagi mereka yang menyimpang dari jalan yang benar ke jalan yang berbelit-belit akan sama dengan mereka yang selama ini sudah berjalan di situ, yaitu orang-orang yang melakukan kejahatan. Allah akan mengenyahkan mereka (ay. 5) ke dalam api yang kekal. Semua kebenaran mereka yang terdahulu sebelum berjalan di jalan yang menyimpang tidak akan disebutkan lagi bagi mereka.
DAMAI SEJAHTERA DIBERIKAN KEPADA UMAT-NYA
“Damai sejahtera atas Israel” (ay. 5) bisa dibaca sebagai Allah memelihara umat-Nya atau jemaat-Nya di dalam damai sejahtera, sementara di luar sana penghakiman-Nya dijatuhkan bagi para pelaku kejahatan. Ketika orang-orang yang dengan tidak setia telah meninggalkan jalan Tuhan ditimpa oleh kebinasaan mereka, maka orang-orang yang dengan setia berjalan di jalan Tuhan, meskipun mungkin menemui kesukaran di tengah jalan, pada akhirnya akan memperoleh damai sejahtera. Hanya Tuhan yang dapat memberikan damai sejahtera sejati kepada umat-Nya. Damai-Nya mengalahkan situasi dan kondisi apapun yang terjadi, karena damai sejahtera-Nya lebih besar dari masalah apapun yang dihadapi umat-Nya.
Kebinasaan mereka yang mengikuti jalan yang berbelit-belit akan turut berperan dalam menciptakan kedamaian dan keamanan bagi jemaat. Ketika Herodes dibunuh, firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang (Kis. 12:23-24). Damai sejahtera dan kebahagiaan umat Allah atau jemaat Tuhan akan semakin menyiksa orang-orang yang binasa di dalam kejahatan mereka (Luk. 13:28; Yes. 65:13).
REFLEKSI
Untuk memperoleh janji pemeliharaan dan perlindungan Tuhan, kita hendaklah percaya dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya, menjauhi kejahatan dan melakukan kebaikan, hidup dalam ketulusan hati, dan tidak menyimpang ke jalan yang berbelit-belit. Jika ini kita lakukan, maka kita tidak perlu khawatir dan takut terhadap segala ancaman dunia, seperti musibah, penyakit, bencana alam, dan lain sebagainya. Sebab Tuhan ada bersama-sama dengan kita dan Dia mengendalikan semua itu dengan kuasa-Nya. Hanya, jika hal itu diizinkan Tuhan terjadi atas kita, maka apa yang Dia inginkan adalah agar kita memiliki pengalaman rohani bersama-Nya.
Comments
Post a Comment