Hati Yang Baru

HATI YANG BARU

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

“Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yehezkiel 36:26).

PENDAHULUAN

Satu tahun telah berlalu dalam kehidupan kita, dan kini tahun yang baru telah tiba. Banyak hal telah kita lalui sepanjang tahun yang lalu, entah itu baik maupun buruk, menyenangkan maupun menyakitkan, menggembirakan maupun menyedihkan, dan lain sebagainya. Sebagian doa kita mungkin telah dijawab dan sebagian lagi belum ada jawabannya. Berbagai masalah juga telah kita lalui, tetapi ada saja masalah lain yang muncul.

Dalam memasuki tahun yang baru ini kita pasti memiliki berbagai keinginan dan pengharapan, baik yang masih belum tercapai maupun yang lebih baru lagi. Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa janji Tuhan bagi kita orang-orang percaya tetap berlaku. Rancangan-Nya tetaplah rancangan damai sejahtera bagi umatNya yang setia mengasihi Dia. Tuhan akan memberikan hati yang baru dan roh yang baru dalam hidup kita. Artinya Dia akan memberikan kemampuan bagi kita agar kita dapat hidup taat seturut dengan FirmanNya.

 

TUHAN MEMBERIKAN HATI YANG BARU

Apa makna dari “Kamu akan Kuberikan hati yang baru”? Maksudnya adalah Tuhan mau hati kita berubah dari yang sebelumnya, yakni dari tidak taat atau setia dalam menjalankan apa yang sudah dirancangkan bagi hidup kita menjadi hati yang taat dan setia. Ada kerinduan di hati Tuhan agar kita mau kembali ke jalan yang seturut dengan rancangan-Nya. Dan melalui hati yang barulah kita dapat memahami isi hati Tuhan.

Kita diberikan juga roh yang baru di dalam batin kita menggantikan roh kedagingan yang selalu mendorong kita untuk mengikuti apa yang ditawarkan oleh dunia. Di zaman milenial ini, Iblis atau Setan tidak akan lagi memunculkan sosok yang menyeramkan untuk menakuti-nakuti kita. Dia juga mengikuti kemajuan zaman dengan perkembangan teknologinya yang semakin canggih. Seiring dengan semakin mudahnya mendapatkan gadget yang super canggih  di hari-hari akhir ini, media sosial begitu kuat mempengaruhi pola hidup kita, dan tanpa sadar roh kedagingan perlahan tapi pasti mengajak kita masuk makin dalam ke kesesatan modern.

 

TUHAN MENJAUHKAN HATI YANG KERAS

Dalam nas ini kita juga diajak untuk menjauhkan diri dari hati yang keras. Apa yang dimaksudkan dengan hati yang keras? Hati yang keras dimiliki oleh orang yang sangat sulit menerima pendapat orang lain, susah diajak berbicara atau diskusi dan selalu merasa benar  dengan pendapatnya, suka berdebat meskipun dalam hatinya setuju dengan pendapat kita. Orang yang keras hati akan sangat sulit dinasehati atau diubahkan karena kekerasan hatinya sangat menguasainya sehingga ia bertumbuh menjadi orang yang degil dan bebal. Dan kondisi ini akan membutakan mata rohaninya dan membawa kerugian pada dirinya sendiri.

Dalam Perjanjian Baru banyak diceritakan tentang kelakuan orang-orang Farisi yang terlihat sok rohani, paling suci, paling hebat, paling benar, dan inilah gambaran dari hati yang keras. Hal seperti ini bukan hanya ada di masa Tuhan Yesus. Jangan heran kita juga bisa bertemu dengan orang-orang seperti ini di gereja dimana kita beribadah setiap minggu, bahkan di persekutuan-persekutuan doa.

Kekerasan hati sangat menipu sehingga membuat orang yang berhati keras tidak peka Roh Kudus dan tanpa disadari terjebak dalam kebodohan sendiri. Orang yang memiliki hati yang keras akan cenderung tidak taat kepada Tuhan, karena dia lebih mempertahankan ego dan pengetahuannya ketimbang menerima  kebenaran firman Tuhan. Karena hal itulah Tuhan berjanji dalam nas ini untuk menjauhkan hati yang keras dan memberikan hati yang taat

 

CERMINAN DARI HATI YANG BARU DAN ROH YANG BARU

Tentunya hati yang baru dan roh yang baru harus tercermin dalam sikap dan perbuatan yang sesuai dalam kehidupan kita, sehingga relasi kita dengan Tuhan dapat terus terjaga dan FirmanNya benar-benar membawa dampak yang luar biasa dalam kehidupan kita. Dan di tahun yang baru ini, kita semua juga pasti rindu untuk melihat janji-janji Tuhan digenapi, permohonan-permohonan dalam doa dikabulkan, masalah-masalah dapat terselesaikan, dan rancangan-rancangan kita diberkati oleh Tuhan.

Oleh karena itu sebagai buah dari hati yang baru dan hati yang taat, ada beberapa hal yang mesti kita amalkan dan tercermin dalam perilaku kita di tahun yang baru ini agar janji-janji Tuhan tergenapi dalam hidup kita.

 

1. Melakukan Segala Sesuatu di Dalam Yesus

“Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita” (Kol 3:17).

Ingatlah kepada Tuhan dalam setiap kegiatan atau pekerjaan apapun yang kita lakukan, apakah itu di kantor, di rumah, di jalan, di sekolah, di lingkungan sosial, dalam keluarga, dalam pergaulan, dan lain-lain. Biasakan mengucapkan perkataan-perkataan yang positif dalam hidup kita, dan lakukan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Lakukan segala sesuatu seperti kita melakukannya untuk Tuhan. Dengan demikian, kita pasti tidak akan berani berbuat dosa, jika kita ingat bahwa yang kita lakukan adalah untuk Tuhan.

 

2. Belajar Dari Pengalaman

“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu” (Maz 119:71).

Segala ujian dan pencobaan yang Tuhan izinkan dalam hidup kita adalah untuk pembelajaran bagi kita agar kita dapat hidup lebih baik lagi di hadapan Tuhan. Tuhan senantiasa membentuk hidup kita melalui segala keadaan maupun kondisi agar kita dapat menjadi kuat menghadapi masalah-masalah yang lebih besar dan lebih pelik lagi. Belajarlah dari setiap pengalaman yang kita lalui, belajar dari tahun yang telah kita lalui dan evaluasi apa yang perlu kita perbaiki untuk menyongsong tahun yang baru. Kesalahan yang pernah kita lakukan tidak perlu terulang lagi, dan kebaikan yang telah dilakukan biarlah dapat lebih lagi dikerjakan di tahun yang baru.

 

3. Iman Disertai Perbuatan

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yak 2:17).

Iman dan kehidupan doa harus selalu diimbangi dengan perbuatan. Karena iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati, sedangkan iman yang disertai dengan perbuatan akan menghasilkan mujizat dalam kehidupan kita.

Seringkali ketakutan senantiasa menghalangi kita untuk dapat melangkah dengan iman. Pikiran dan logika selalu bertolak belakang dengan iman yang kita miliki. Tetapi ketika kita menyingkirkan segala ketakutan dan mulai melangkah dengan iman, maka kita akan melihat hasil yang luar biasa dari perbuatan yang kita lakukan. Ketika kita takut untuk melangkah atau berbuat sesuatu, maka kita telah kehilangan kesempatan untuk berhasil. Mungkin juga ketika kita melangkah kita akan menemui kegagalan. Tetapi kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi jika kita tidak mulai untuk melangkah. Jadi Iman yang disertai perbuatan akan memungkinkan mujizat demi mujizat menyertai setiap langkah hidup yang kita jalani.

 

PENUTUP

Mari kita sambut tahun yang baru dengan penuh keyakinan, karena Tuhan telah memberikan kita hati yang baru dan roh yang baru. Lakukan segala sesuatu di dalam Yesus, belajarlah dari pengalaman yang lalu dan melangkah dengan iman, maka kita akan melihat janji-janji Tuhan digenapi dalam hidup kita pada tahun yang baru ini. Amin.

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan