Mencerminkan Kemuliaan Tuhan

MENCERMINKAN KEMULIAAN TUHAN

 

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

12  Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,

13  tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.

14  Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.

15  Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.

16  Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

17  Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

18  Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

 (2 Kor. 3:12-18)

 

PENDAHULUAN

Hukum Taurat ditulis untuk menyadarkan orang akan dosa. Hukum itu tidak menyelamatkan sebab tak seorangpun memiliki hati yang murni tanpa cela dan mampu memenuhi secara sempurna tuntutan Taurat. Walaupun tidak menyelamatkan, namun kemuliaan Allah tampak ketika Allah memberikan hukum itu melalui Musa. Itu menunjukkan bahwa hukum Taurat adalah sabda Allah sendiri yang menyatakan sifat dan kehendak-Nya.

Berita Injil lebih mulia daripada Taurat. Injil terjadi karena Kristus dalam kasih-Nya telah datang untuk menyelamatkan manusia dari upah dosanya. Bila kemuliaan Taurat membuat orang tidak tahan di hadapan Allah, Injil justru membuat orang masuk ke dalam persekutuan dengan Allah. Kemuliaan Taurat bersifat sementara, tetapi Injil bersifat kekal.

 

PARA PELAYAN INJIL BERBEDA DARI MUSA

Para pelayan Injil harus benar-benar terus terang dan jelas dalam berkata-kata. Mereka tidak boleh seperti Musa, mengenakan selubung pada wajah mereka, atau menutupi dan menyamarkan hal-hal yang seharusnya mereka buat menjadi jelas. Injil merupakan tata peraturan yang lebih jelas daripada hukum Taurat. Hal-hal yang berkenaan dengan Allah disingkapkan di dalam Perjanjian Baru tidak dalam bentuk perlambang dan bayangan.

Memang sudah selayaknya dipersalahkan apabila para pelayan Injil tidak menyatakan hal-hal rohani, kebenaran Injil, dan kasih karunia, dengan cara seterang mungkin. Meskipun bangsa Israel tidak dapat melihat hilangnya apa yang tadinya diperintahkan itu, yang sekarang sudah disempurnakan itu, namun kita bisa melihatnya. Kita bisa melihat makna dari berbagai perlambang dan bayangan itu melalui penggenapannya. Kita melihat selubung itu disingkapkan di dalam Kristus dan kedatangan-Nya, yaitu Dia yang merupakan akhir dari Hukum Taurat untuk membenarkan semua orang yang percaya. Dia itu pula yang ditunjuk dan yang dimaksud oleh Musa dan semua nabi dalam tulisan-tulisan mereka.

 

SELUBUNG MENUTUPI HATI MEREKA YANG HIDUP DI BAWAH HUKUM TAURAT

Pikiran orang-orang yang hidup di bawah tata peraturan hukum Taurat telah tumpul atau dibutakan (ay. 14), dan ada selubung yang menutupi hati mereka (ay. 15). Itu pulalah yang dialami oleh orang-orang yang tetap berpegang pada agama Yahudi setelah kedatangan Mesias dan pemberitaan Injil.

Rasul Paulus memberitahu kita bahwa akan tiba waktunya ketika selubung itu diambil, dan ketika hati mereka yang hidup di bawah hukum Taurat berbalik kepada Tuhan (ay. 16). Atau, ketika siapapun berpaling kepada Allah, maka selubung ketidaktahuan itu akan diambil, dan pikiran yang buta serta hati yang keras akan disembuhkan.

 

YANG PERCAYA KEPADA INJIL DIMERDEKAKAN DAN MEMILIKI TERANG

Di mana ada Roh Allah, dan di mana Dia bekerja, seperti yang dilakukan-Nya di bawah masa Injil, di situ ada kemerdekaan (ay. 17). Itu adalah kemerdekaan dari kuk hukum ritual, dan dari perhambaan terhadap kejahatan. Kemerdekaan untuk menghampiri Allah, dan kemerdekaan untuk berkatata-kata dalam doa. Hati dimerdekakan dan dilapangkan agar dapat berjalan dalam perintah-perintah Allah.

Kita yang percaya kepada Injil melihat kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak terselubung (ay. 18). Sedangkan bangsa Israel melihat kemuliaan Allah dalam awan, yang gelap dan menakutkan. Bagi Musa, berbicara dengan Allah muka dengan muka secara akrab merupakan keistimewaan tersendiri. Tetapi sekarang semua orang Kristen yang benar melihat Dia lebih jelas, dengan muka yang tidak terselubung. Allah memperlihatkan kemuliaan-Nya kepada kita. Terang dan kemerdekaan mengubahkan kita orang percaya menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan yang semakin besar (ay. 18), dari satu tingkat kasih karunia yang mulia menuju tingkataan yang lain, sampai kasih karunia di dunia ini disempurnakan dalam kemuliaan selama-lamanya.

 

ORANG PERCAYA MEMANCARKAN KEMULIAAN KRISTUS

Orang memiliki pengertian akan pernyataan Tuhan hanya jika terang kemuliaan Kristus bersinar atas dirinya. Itu bisa terjadi ketika orang berbalik kepada Tuhan dan menyambut anugerah Kristus (ay. 16). Pada saat itulah Tuhan menyingkapkan selubung dari hatinya sehingga penglihatan rohaninya tidak terhalang lagi. Pada saat itu orang akan memahami bahwa anugerah Tuhan Yesus memenuhi tuntutan hukum Taurat (Roma 10:4), dan di situlah terletak makna kemerdekaan (ay. 17).

Kemerdekaan bagi kita orang percaya bukan hanya meliputi selubung yang tersingkap, tetapi juga kemerdekaan dari dosa, maut dan tuntutan hukum Taurat. Pada saat dimerdekakan, orang akan memancarkan kemuliaan Tuhan (ay. 18). Bukan hanya di wajah, tetapi dalam hidup dan terpancar melalui karakter. Kemuliaan ini tidak akan memudar tetapi akan terus mentransformasi hidup hingga makin lama makin menyerupai Kristus.

Keserupaan dengan Kristus ini bukan hasil pencapaian kita manusia. Itu merupakan pertumbuhan yang dihasilkan oleh karya dan kuasa Roh Kudus. Kita memang harus mengerjakan keselamatan kita sebagai respon atas karya Allah di dalam hidup kita. Kita sadar bahwa proses transformasi menuju keserupaan dengan Kristus tidaklah selalu lancar dan mudah, karena merupakan arena peperangan melawan dosa dan si jahat. Dalam proses pertumbuhan meninggalkan dosa dan makin maju ke arah Kristus ini, kita perlukan dua hal secara bersamaan, yaitu bergantung pada kuasa Roh Kudus dan menaklukkan diri pada proses pemurnian-Nya.

 

REFLEKSI

Bagi kita orang percaya, Kristus melalui Roh-Nya telah menyingkapkan selubung yang menutupi hati kita sehingga kita dapat mengenal kebenaran yang memerdekakan kita. Kita yang sudah  mengalami kemuliaan patut memuliakan Allah dan menyatakan kemuliaan-Nya melalui perkataan dan perbuatan kita. Suatu hari kelak, kita semua akan beroleh tubuh yang dimuliakan. Karena itu, kita yang sudah mengalami pembenaran, kemerdekaan, dan kemuliaan, harus hidup semakin serupa dengan Kristus agar dapat memuliakan Allah dalam segala aspek kehidupan kita serta menyatakan kemuliaan-Nya di tengah-tengah dunia ini sehingga orang lain dapat melihatnya dan akhirnya memuliakan Allah dengan percaya kepada Yesus.

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan