Harga Mengikut Kristus

HARGA MENGIKUT KRISTUS 

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

34  Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

35  Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

36  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

37  Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

38  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

(Markus 8:34-39)

 

PENDAHULUAN

Yesus mengingatkan Petrus dan murid-murid-Nya yang lain tentang dua hal: tentang salib Yesus dan tentang salib murid-murid-Nya. Salib Yesus adalah demi keselamatan dunia. Yesus akan menanggung banyak penderitaan, ditolak dan dibunuh, lalu bangkit. Yesus rela memikul salib-Nya karena Dia tahu tujuan hidup-Nya. Sementara itu, salib murid-murid Yesus adalah karena mengikut Yesus. Mereka bahkan mungkin saja sampai kehilangan nyawa. Untuk itu, mereka butuh keberanian untuk menyangkal diri dan memikul salib. Juga, keberanian untuk kehilangan nyawa serta keberanian menjadi saksi Kristus sampai dengan akhir hayat.

 

SYARAT-SYARAT MENGIKUT YESUS

Jika seseorang mau mengikut Yesus, ia harus menyangkal dirinya (ay.34), dan hidup dalam penyangkalan diri, mematikan keinginan-keinginan tubuh dan membenci dunia. Ia harus membuang keyakinan mengandalkan diri sendiri, dan hendaknya ia menyesuaikan dirinya dengan kehendak Allah dalam semua penderitaan yang diizinkan-Nya. Menyangkal diri berarti tidak mengakui hak atas diri sendiri. Lalu siapa yang berhak? Tuhan. Dialah yang seharusnya membuat segala keputusan dalam berbagai aspek hidup kita. Ini berarti kita tidak berhak memutuskan apapun yang akan kita lakukan atau kemanapun kita pergi. Itulah arti hakiki penyangkalan diri.

Salib adalah tempat diri dan harkat Yesus direndahkan. Pikul salib menggambarkan perjalanan yang berat dan sendirian. Tidak ada jalan kembali. Bagi kita kini, salib bukanlah pencobaan, bukan juga kesulitan hidup yang harus kita derita. Pikul salib terjadi ketika kita harus kehilangan reputasi, pangkat, kehormatan, atau harta kekayaan dalam mempertahankan kemuridan kita.

Salib Yesus adalah satu untuk seluruh dunia. Yesus memikul salib sebagai bukti Allah memberi keselamatan kepada dunia. Sementara itu, salib kita berbeda-beda sesuai dengan panggilan kita masing-masing. Meski berbeda-beda, namun tujuannya hanya satu yakni untuk mengikut Yesus. Salib datang dari pihak luar, bukan sebagai akibat perbuatan jahat kita. Namun, bukan berarti salib harus ditolak. Allah menghendaki agar kita memikul salib kita (ay. 34) justru agar orang-orang jahat tunduk di bawah salib Kristus dan mendapatkan keselamatan dari-Nya. Salib kita bisa berupa kemiskinan yang ditimbulkan oleh keadaan, atau berupa perlakuan diskriminatif, dan berbagai anianya lainnya karena mengikut Kristus. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Jadikan salib kita sebagai bukti kasih Kristus kepada orang yang ‘menyalibkan’ kita. Marilah kita pikul salib kita dengan segenap hati sambil senantiasa mengingat bahwa di ujung hidup kita ada mahkota kebenaran menanti (2 Tim. 4:8).

Mengikut Yesus (ay. 34) berarti menaati-Nya. Dengan kata lain, mengikut Yesus berarti memilih untuk melakukan atau mengatakan apa yang diperintahkan Yesus sebagai Tuhan. Berat? Bisa jadi, tetapi kita bisa meminta Tuhan menguatkan kita. Mengikut Yesus juga berarti kita harus meniru dan menyerupai Dia (Fil. 3:10).

 

YANG MENYELAMATKAN NYAWANYA AKAN KEHILANGAN NYAWA

Barangsiapa menyelamatkan nyawanya, dengan menolak Kristus, dan tidak mau datang kepada-Nya, atau dengan menolak kembali dan menyangkal Kristus setelah menerima-Nya, akan kehilangan nyawanya, kehilangan akar dan sumber dari kehidupan rohaninya dan semua harapan akan kehidupan kekal. Tetapi barangsiapa yang mau kehilangan nyawanya karena Kristus dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya (ay. 35). Dengan tidak menyangkal Kristus, orang demikian akan menyerahkan nyawanya ketika ia tidak mampu menjaganya, dan dengan begitu ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, dan semua kekayaan, kehormatan dan kesenangan di dalamnya, dengan menyangkal Kristus, dan kehilangan nyawanya sendiri? (ay. 36-37). Kehidupan itu memang manis dan kematian itu pahit, tetapi kematian kekal jauh lebih pahit dan kehidupan kekal jauh lebih manis. Karena kebahagiaan sorgawi dengan Kristus cukup untuk mengganti kerugian akibat kehilangan nyawa karena Kristus, tetapi memperoleh seluruh dunia dalam dosa tidak akan cukup untuk mengganti kerugian yang terjadi akibat hancurnya jiwa karena dosa, yakni kematian kekal.

 

JANGAN MALU KARENA PERKATAAN KRISTUS

Kerugian yang diderita akibat mengikut Kristus di dunia ini adalah menjadi dikenal dan diakui di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa, di antara generasi manusia yang meninggalkan Allah, yang lebih mementingkan dunia dan kepuasan daging dan hidup dalam kejahatan. Dalam angkatan seperti inilah pengikut Kristus ditentang dan dianiaya, dicela dan dihina, dan di mana-mana dicemooh dan dibantah.

Ada banyak orang, yang walaupun sepenuhnya mengakui bahwa tujuan mengikut Kristus itu benar, toh tetap merasa malu karena celaan yang timbul sebagai akibatnya. Mereka malu atas relasi mereka dengan Kristus, mereka malu untuk memuji firman-Nya di depan orang banyak. Mereka tidak tahan ditentang dan diremehkan, sehingga melepaskan iman kepercayaan mereka dan mengikuti arus penyangkalan iman yang banyak terjadi.

Pada suatu hari kelak kita akan melihat buah mengikut Kristus ini akan bersinar terang benderang meskipun sekarang tampaknya hina dan tercela, yaitu ketika Anak Manusia datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat kudus, sebagai ‘Shekinah’ yang benar, terang dan kemuliaan Bapa-Nya, dan Tuhan dari para malaikat.

Mereka yang malu karena Kristus di dunia ini dimana Ia direndahkan, Ia akan malu terhadap mereka di dunia yang akan datang dimana Ia dimuliakan selama-lamanya. Mereka tidak akan mendapat bagian dengan Dia dalam kemuliaan-Nya pada masa nanti, karena tidak mau mengambil bagian bersama Dia dalam kehinaan-Nya pada masa ini.

 

REFLEKSI

Menyangkal diri dan memikul salib menunjukkan panggilan untuk mengarahkan hidup dari diri kepada Allah. Yang penting adalah kehendak Allah. Bahkan, jikalau harus mati sekalipun, sebagaimana digambarkan dengan perjalanan memikul salib ke tempat penyaliban, itu adalah syarat yang harus ditempuh. Tujuan akhirnya adalah mengikut Yesus, masuk dalam hubungan pribadi dengan Dia secara utuh. Mereka yang menolak untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah adalah mereka yang akan kehilangan banyak hal. Mereka juga akan menerima hukuman kekal dari Anak Manusia yang akan datang untuk kedua kalinya menjadi Hakim. Ingatlah bahwa sangkal diri, pikul salib dan ikut Tuhan bukan tindakan yang dilakukan sekali saja. Ikut Tuhan bagaikan program pendidikan seumur hidup yang harus dijalani terus menerus. Upah besar menanti orang yang mau setia, namun orang yang menolak percaya akan menemui kebinasaan kekal. Hari ini, mari sangkal keinginan dan dosa kita yang bertentangan dengan firman Allah, pikul salib kita masing-masing dan ikutlah Tuhan. Kita sedang dibawa menuju kemuliaan.

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan