Jamahan Yang Menyelamatkan

JAMAHAN YANG MENYELAMATKAN

 

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

27  Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

28  Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

29  Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

30  Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

31  Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”

32  Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

33  Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.

34  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

(Markus 5:27-34)

                           

PENDAHULUAN

Kita anak-anak Tuhan percaya bahwa Dia dapat menyembuhkan orang sakit sampai hari ini. Banyak orang disembuhkan sebagai jawaban doa. Namun hal yang paling mendasar dalam peristiwa-peristiwa kesembuhan, seperti yang terjadi pada perempuan dalam nas ini, adalah untuk menunjukkan bahwa Yesus dapat menyembuhkan kita secara rohani bukan hanya secara jasmani. Karena itulah tidak sedikit orang dengan berbagai penyakit rohani disembuhkan dengan datang kepada Yesus. Ada beberapa pelajaran penting yang perlu kita catat dari peristiwa penyembuhan yang dialami seorang perempuan dalam nas ini.

 

JAMAHAN YANG LUAR BIASA

Ada begitu banyak orang berkerumun mengelilingi Yesus ketika Ia berjalan. “Tetapi Yesus berkata: ‘Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku’” (Luk. 8:45).  Banyak orang berdesak-desakan menghimpit Yesus dan, kemungkinan besar, menjamah Dia dari berbagai sisi. Namun hanya satu orang perempuan yang menjamah Dia dengan iman, dan ia adalah satu-satunya dalam kerumunan orang banyak itu yang diselamatkan. Ini menunjukkan kepada kita bahwa sangat sedikit orang yang akan diselamatkan. Ia berkata, Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Mat. 7:13-14).

Yesus berkata, “Sedikit orang yang mendapatinya.” Hanya wanita itu yang datang kepada Yesus dan menjamah jubah-Nya dengan iman, dan ia adalah satu-satunya orang yang diselamatkan dalam kerumunan orang banyak itu. Jangan beranggapan bahwa kita akan diselamatkan karena kita rajin beribadah, sering ikut persekutuan doa, banyak mendengarkan khotbah dengan seksama, dan melakukan hal-hal baik demi kebaikan diri kita. Jika kita terus hidup dalam keadaan berdosa, tidak pernah merasakan dosa-dosa kita, tidak pernah sungguh-sungguh insaf akan dosa-dosa kita, dan tidak pernah merasakan kebutuhan kita akan Yesus untuk mengampuni dosa kita, maka pada akhirnya nanti kita mati dan jatuh ke dalam jurang neraka, “di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam” (Mark. 9:48). Datanglah kepada Kristus sekarang, seperti perempuan dalam nas ini, sebelum semuanya menjadi sangat terlambat.

 

PRIBADI YANG DIJAMAH

Adalah Tuhan Yesus Kristus yang dijamah oleh perempuan itu. Bukan Allah Bapa, bukan Roh Kudus, tetapi Yesus Kristus sendirilah yang dijamahnya. Menjamah Yesus sedikit saja akan membawa kita kepada keselamatan seketika. Tidak peduli dosa apa yang pernah kita lakukan, Ia akan memulihkan dan menyembuhkan kita. Yesus adalah Allah-manusia, Pribadi Kedua dari Trinitas.

Yesus Kristus, Pribadi yang dijamah perempuan itu, turun dari Sorga untuk hidup di antara kita, menderita karena dosa-dosa kita di Taman Getsemani, mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa-dosa kita, mencurahkan Darah-Nya yang suci agar setiap dosa kita dapat disucikan, menyembuhkan kita dari akibat dosa asal yang mengerikan itu, memberikan kepada kita kehidupan dari kematian. “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh. 3:17).  Mari kita nyanyikan lagu pujian ini:

            Dihapuskan dosaku hanya oleh darah Yesus

            Aku pulih dan sembuh hanya oleh darah Yesus

            O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku

            Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus

            (KJ. No. 36:1)

 

CARA IA DISENTUH

Kita tidak dapat menyentuh tubuh jasmani Yesus karena Ia telah naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Namun kita masih dapat menyentuh Yesus dengan iman. Ketika kita melakukannya Ia akan memberikan kepada kita berkat yang akan menyembuhkan jiwa kita dan menyucikan kita dari segala dosa. “Jamahan” ini bersifat rohani. Ketika kita menjamah Yesus dengan iman, kita diselamatkan. Yesus berbicara kepada wanita itu, setelah ia disembuhkan, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu” (ay. 34). 

Perempuan itu mestilah percaya kepada Yesus, jika tidak ia tidak akan menjamah Dia. Kepercayaannya kepada Yesus sangat jelas di sini ketika ia berkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh” (ay. 28). Percaya kepada Yesus adalah sama dengan datang kepada Dia. Sungguh, perempuan itu tidak dapat menjamah Yesus jika ia tidak datang kepada Dia karena “dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus…” (ay. 27). Ia harus datang kepada Yesus dan menjamah Dia.

Ketika perempuan itu menjamah Yesus, Dia berkata, “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku” (Luk. 8:46). Kata Yunani yang diterjemahkan “kuasa” di sini adalah “dunamis” Kita mengambil kata “dinamit” dari kata Yunani ini. Ini berarti “kuasa” atau “kekuatan” (Strong #1411). Kuasa dan kekuatan Allah keluar dari Yesus, dan menghubungkan perempuan itu dengan Dia segera setelah ia menjamah jubah-Nya. Sesungguhnya adalah iman yang menghubungkan antara orang berdosa dengan Yesus, dan melalui keterhubungan ini kuasa kesembuhan datang atas kita. Ketika kita menempatkan diri kita sendiri di tangan Kristus, Ia akan menyelamatkan kita dari dosa. Martin Luther berkata, “Aku tidak akan melakukan apapun untuk menyelamatkan diriku sendiri. Yesus Kristus adalah Juruselamat: Saya meletakkan jiwaku sepenuhnya di tangan-Nya.” Ketika kita datang kepada Yesus, dan percaya kepada Dia, dan bergantung kepada Dia, kita akan diselamatkan dari dosa pada saat itu juga.

 

REFLEKSI

Saat menghadapi persoalan berat, Tuhan tidak meminta kita mencoba segala cara dulu dan setelah putus asa baru berpaling kepada-Nya. Ia menghendaki kita datang berharap kepada pertolongan-Nya. Iman kita yang tidak sempurna akan dijadikan-Nya sempurna. Dengan begitu, kita dapat melihat kuasa-Nya dalam hidup kita. Jangan pernah berdiam dalam kegelapan putus asa. Datanglah kepada Yesus dengan penuh iman sampaikan apa yang kita harapkan dari Dia.  Maukah anda percaya Yesus saat ini? Maukah anda memandang Yesus saat ini? Maukah anda datang kepada Yesus saat ini? Maukah anda menjamah Yesus saat ini?

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan