Darah Paskah
DARAH PASKAH
Oleh: Pnt. Drs. Beltasar
Pakpahan
“Dan
darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila
Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada
tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir”
(Keluaran 12:13b).
PENDAHULUAN
Pada malam sebelum orang-orang Ibrani meninggalkan perbudakan di Mesir untuk pergi ke tanah perjanjian, Allah berfirman kepada mereka agar setiap keluarga mengambil anak domba yang tanpa cacat dan kemudian menyembelihnya. Dan kemudian Allah berfirman, “…dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya” (Kel. 12:7). “Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN” (Kel. 12:12).
Sampai hari ini, menjelang permulaan
bulan April, orang-orang Yahudi memperingati peristiwa malam itu, yang kemudian
dikenal sebagai hari raya Paskah yang agung. Kata “paskah” berasal dari kata “lewat” dalam nas kita yang diterjemahkan
dari kata “pacach” (Strong #06452) dalam bahasa Ibrani dan
diterjemahkan sebagai “pass over”
dalam Alkitab berbahasa Inggris. Betapa luar biasanya ayat ini, sehingga ayat
ini memiliki arti yang mendalam di hati setiap orang Kristen sejati.
DARAH
ITU ADALAH TIPE DARI DARAH KRISTUS
Bukanlah suatu kebetulan bahwa Yesus mati tepat pada pesta Paskah. Malam itu sebelum Ia disalibkan, murid-murid bertanya kepada Yesus, “’Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?’ Jawab Yesus: ‘Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku’” (Mat. 26:17-18). Para murid melakukan apa yang Yesus katakan kepada mereka. Mereka pergi ke rumah itu dan mempersiapkan makan Paskah. Dan ketika malam tiba, Kristus duduk makan Paskah bersama dengan kedua belas murid-Nya.
“Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: ‘Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.’ Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: ‘Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa’” (Mat. 26:26-28). Selanjutnya, pada Perjamuan Malam, melalui roti dan cawan, Yesus menjelaskan arti dari roti dan cawan itu, sebagai penggenapan dari type yang ada dalam nas kita.
Perhatikan di sini bahwa roti dan anggur
adalah dua hal yang berbeda. Roti menggambarkan Tubuh-Nya, yang
dipecah-pecahkan di kayu Salib untuk menebus dosa-dosa kita, dan cawan memiliki
arti yang berbeda, yaitu sebagai darah perjanjian. Itu adalah antitype, atau
penggenapan type, arti dari simbol nas kita. Darah itu, yang orang-orang Ibrani
oleskan di pintu rumah mereka di Mesir adalah gambaran dari “Darah
Yesus Kristus, Anak-Nya itu, [yang] menyucikan kita dari pada segala dosa”
(1 Yoh. 1:7).
DARAH
ITU ADALAH DARAH ANAK DOMBA YANG TAK BERCELA
Allah berfirman kepada mereka, berhubungan dengan domba yang mereka sembelih untuk Paskah, “Anak dombamu itu harus… tidak bercela” (Kel. 12:5). Lagi dan lagi kita harus memberitakan fakta bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29), yang adalah Anak Domba yang ‘tidak bercela’, tanpa cacat, tanpa dosa sedikitpun. Anak domba yang tanpa cela hanya dapat mengacu kepada Yesus Kristus, Anak Domba Allah yang sejati. Alkitab berkata bahwa Dia, “sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibr. 4:15). Empat kata ini, “hanya tidak berbuat dosa” menjelaskan perbedaan antara Anak Domba yang tanpa cacat dan semua keturunan Adam yang penuh dengan dosa.
Dari semua orang yang pernah hidup di bumi ini, Kristus, yang adalah manusia dan Allah dalam kesatuan hipostatis, adalah satu-satunya orang yang tidak pernah berdosa (2 Kor. 5:21). Kristus adalah Allah-manusia yang tidak mengenal dosa, atau yang tanpa dosa, atau yang tidak berbuat dosa (1 Ptr. 2:22). Tetapi Ia mati untuk orang berdosa. Darah-Nya dapat menyucikan setiap dosa kita karena Darah-Nya tanpa dosa. Tidak ada darah yang lain yang dapat menyucikan kita selain hanya Darah Allah-manusia, Anak Domba yang tak bercela. Satu-satunya yang dapat menyucikan dosa hanyalah Darah Tuhan Yesus Kristus.
DARAH
ITU ADALAH DARAH MENGHINDARKAN DARI MURKA ALLAH
“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:24-25). Jalan pendamaian (propitiation) berbicara tentang dipuaskannya keadilan Allah, pembayaran untuk dosa-dosa kita, peredaan murka Allah. Orang-orang Israel yang tinggal di rumah mereka ini juga orang-orang berdosa sama seperti orang-orang Mesir yang berdosa (Roma 3:23). Lalu mengapa Tuhan menjatuhkan penghukumannya atas orang-orang Mesir namun tidak kepada orang-orang Israel ini? Satu-satunya alasan adalah ini – dosa-dosa orang Israel ini telah diperdamaikan, dipuaskan, dibayar – oleh darah itu (nas).
Martin Luther berkata, “Allah dari
kekekalan telah menentukan dan menetapkan Kristus sebagai jalan pendamaian
untuk dosa-dosa kita, namun hanya untuk orang-orang yang percaya di dalam Dia”
(Martin Luther, Th.D., Commentary on Romans 3:25). Kita
harus datang kepada Kristus, dan percaya kepada Dia, karena Allah berkata, “Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan
lewat dari pada kamu” (nas).
DARAH
ITU ADALAH DARAH YANG EFEKTIF DENGAN SATU SYARAT
Tidak dikatakan, ketika kamu melihat
darah itu, tetapi “apabila Aku melihat
darah itu”. Mata iman kita mungkin sangat buram sehingga tidak dapat
melihat Darah Kristus. Tetapi mata Allah tidak buram, Ia dapat melihatnya,
karena Kristus di sorga senantiasa menunjukkan darah-Nya di hadapan Bapa-Nya. Orang-orang
Israel tidak dapat melihat darah itu. Mereka ada di dalam rumah dan tidak dapat
melihat apa yang ada di ambang pintu depan rumah mereka, namun Allah dapat
melihatnya. Dan inilah satu-satunya syarat bagi keselamatan orang-orang
berdosa, yaitu Allah melihat darah itu, bukan kita yang melihat darah itu.
DARAH
ITU HARUS DIAPLIKASIKAN
Darah itu harus diterima dengan iman secara pribadi, dan karenanya tidak berlaku universalisme di sini. Sama seperti orang-orang Ibrani mengoleskan darah itu pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu rumah mereka, demikian juga kita harus menerima Darah Kristus untuk menyucikan kita dari dosa. Jika kita tidak memiliki Darah Kristus, Allah tidak akan melewati kita. Tulah dari penghukuman Allah, murka-Nya dan kebencian-Nya terhadap dosa, akan dijatuhkan atas diri kita. Jadi, jika Allah tidak melihat Darah itu, Ia tidak akan lewat dari pada kita. Ia yang tidak memiliki Darah Kristus yang menyucikan dosa-dosanya akan jatuh di bawah penghukuman Allah yang sangat mengerikan (Ibr. 10:31).
Yesus berdiri di hadapan kita di Getsemani, mengenakan pakaian yang berlumuran peluh dan Darah-Nya yang meresap keluar dari tubuh-Nya. Pada waktu itu mereka belum menangkap Dia, belum memukuli Dia, dan belum menyalibkan Dia. Dari mana datangnya Darah yang keluar dari pori-pori kulit-Nya itu? Itu datang dari tekanan yang disebabkan oleh dosa kita, yang merubuhkan Dia ke bawah beban murka Allah. Beberapa saat kemudian para prajurit tiba dan menyeret tubuh-Nya yang berlumuran darah dari Taman itu. Mereka meninju wajah-Nya, dan menjanggut atau menarik jenggot-Nya. Mereka melepas pakaian-Nya dan mencambuki punggungnya hingga tercabik-cabik. Mereka menekan mahkota duri ke kepala-Nya. Mereka memakukan tangan dan kaki-Nya di kayu Salib. Ia tergantung dalam penderitaan yang mendalam dan Darah yang bercucuran. Dan dari kegelapan Mesir Allah berseru, “Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu” (nas).
Maukah kita datang dan berdiri di bawah Salib-Nya dengan iman? Maukah kita datang kepada Juruselamat yang berlumuran Darah hari ini? Maukah kita disucikan dari semua dosa kita dengan Darah “Anak Domba, yang telah disembelih sejak dunia dijadikan”? (Why. 13:8). Mari kita menyanyikan lagu ini:
Pengampunan
dosaku hanya oleh darah Yesus
Penyucian
hidupku hanya oleh darah Yesus
O,
darah Tuhanku sumber pembasuhku
Sucilah
hidupku hanya oleh darah Yesus.
(KJ. No. 35:2)
Comments
Post a Comment