Janji Kristus Kepada Penjahat Yang Bertobat
JANJI KRISTUS KEPADA PENJAHAT YANG BERTOBAT
Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan
“Lalu
ia berkata: ‘Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja’.
Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di
dalam Firdaus’”.
(Lukas 23:43)
PENDAHULUAN
Para prajurit Romawi memakukan Kristus di kayu salib di
antara dua penjahat yang disalibkan bersama-sama dengan Dia, satu di sebelah
kanan-Nya dan yang lainnya di sebelah kiri-Nya. Awalnya sewaktu Yesus baru
disalibkan, Injil Markus memberitahukan kepada kita bahwa kedua orang ini
mencerca Dia, “Bahkan kedua orang yang
disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia [mencerca Dia, Strong #3679]
juga” (Mark. 15:32). Dari penuturan Injil Matius tampak bahwa kedua
penjahat ini menirukan apa yang para imam dan ahli Taurat teriakkan (Mat.
27:42,44). Namun, ketika hari mulai senja, salah satu dari penjahat itu
mengalami perubahan hati. Ia mengakui bahwa ia adalah orang berdosa dan layak
untuk disalibkan, namun ia berbicara tentang Yesus, “orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah” (Luk. 23:41). Kemudian
penjahat yang bertobat itu berkata kepada Yesus, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Luk.
23:42). Itu adalah doa yang sederhana dan tulus, dan itu merefleksikan
pertobatannya, perubahan hatinya. Atas doanya, Yesus menjawab dengan kata-kata
yang kita temukan dalam nas kita. Kita dapat belajar beberapa hal dari ayat
ini.
HANYA SATU DARI
KEDUA PENJAHAT ITU YANG DIBERIKAN JANJI
Kedua penjahat itu pernah, saat awal penyaliban, menghujat Kristus, yang menunjukkan bahwa mereka memusuhi Allah, karena “keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8:7). Perseteruan dan kebencian batiniah mereka terhadap Allah dinyatakan melalui kenyataan bahwa keduanya menghujat Allah Anak. Menurut Alkitab, jiwa orang yang belum bertobat adalah perseteruan dengan Allah. Ada perseteruan yang mendalam terhadap Allah di dalam hati orang yang belum dipertobatkan, yang sering dinyatakan dalam banyak cara, kadang-kadang secara terbuka, dan kadang-kadang dalam hati. Dan bukankah perseteruan batin seseorang terhadap Allah menunjukkan bahwa orang itu ada dalam kondisi yang sama seperti kedua penjahat ini sebelum salah satunya mengalami perubahan yang luar biasa dari pertobatan? Juga, karena janji kesemalatan diberikan hanya kepada salah satu dari dua penjahat itu, ini menunjukkan bahwa beberapa orang diselamatkan dan yang lainnya terhilang.
Janji dalam nas ini tidak dibuat untuk penjahat yang
tidak bertobat, atau kepada orang-orang yang belum bertobat. Janji ini hanya
untuk penjahat yang telah mengalami pertobatan, dan aplikasinya, hanya untuk
orang yang mengalami pertobatan sebelum mereka mati. Beberapa orang
diselamatkan, karena berbalik kepada Kristus. Yang lainnya terhilang
selama-lamanya karena mereka menolak Kristus. Dalam beberapa cara kedua
penjahat itu merepresentasikan semua umat manusia. Semua umat manusia ada yang
diselamatkan dan ada yang masih terhilang. Yesus berkata, “Siapa yang percaya… akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya
akan dihukum” (Mark. 16:16). Salah satu dari penjahat itu percaya kepada
Yesus dan diselamatkan. Sedangkan yang satunya lagi menolak untuk percaya kepada
Yesus dan dihukum dalam api neraka yang kekal. Jadi, janji dari ayat ini hanya
diberikan kepada orang yang diselamatkan oleh Yesus.
KEPADA PENJAHAT
YANG BERTOBAT DIJANJIKAN LANGSUNG MASUK FIRDAUS BERSAMA YESUS SAAT IA MATI
Kata “sesungguhnya” dalam nas digunakan Yesus untuk memberikan penekanan otoritas mutlak. Artinya, apa yang dinyatakan Yesus bukanlah sekedar janji kosong, melainkan sebuah ketetapan ilahi. Nas kita di sini juga menunjukkan kepada kita bahwa jiwa Yesus langsung pergi ke firdaus pada saat Ia mati di kayu Salib. Kata “hari ini juga” menunjukkan aspek kesegeraan. Keselamatan dan persekutuan dengan Allah tidak menunda hingga waktu yang jauh di masa depan, melainkan terjadi segera setelah kematian jasmani. Apa yang disampaikan Yesus di sini jelas-jelas menyanggah konsep ‘tidur jiwa’ (soul sleep) yang dianut sebagian kalangan, karena Yesus menjanjikan kesadaran dan kehadiran bersama-Nya segera setelah kematian.
Inti dari janji Yesus bukanlah sekedar tempatnya, yaitu
firdaus, melainkan pribadi-Nya. Keselamatan sejati menurut nas adalah
persekutuan pribadi dengan Kristus. Surga menjadi berharga karena ada Yesus di
sana. Perlu dicatat bahwa penjahat yang bertobat itu tidak memiliki kesempatan
untuk dibaptis, melakukan perbuatan baik, atau menjalankan ritual agama. Ia
diselamatkan murni karena iman dan pengakuan percaya kepada Yesus. Ini juga
menunjukkan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk bertobat. Selama
seseorang itu masih bernapas, pintu anugerah Allah tetap terbuka. Dan
keselamatan adalah anugerah yang berdaulat dari Kristus, yang diberikan kepada
mereka yang merendahkan diri dan percaya, terlepas dari masa lalu mereka.
PENJAHAT ITU LEPAS
DARI NERAKA BEGITU IA PERCAYA KEPADA YESUS DAN BERTOBAT
Ketika penjahat itu percaya kepada Kristus, dosa-dosanya langsung disucikan oleh Darah Juruselamat, dan kuasa berdaulat Allah yang mahakuasa telah mempertobatkan jiwanya yang terhilang. Bagaimanapun, kita harus mengingat bahwa ketika Kristus memberikan janji itu kepada penjahat yang telah bertobat itu, Ia tidak mengingkari realitas Neraka. Tak seorangpun pernah berkhotbah tentang Neraka dengan begitu jelas lebih dari pada Yesus. Dalam khotbah-Nya, Ia memperingatkan orang-orang untuk “melarikan diri dari murka yang akan datang” (Mat. 3:7). Pada kesempatan lain Yesus “berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal” (Mat. 25:41).
Seperti penjahat yang bertobat itu lepas dari neraka setelah pertobatannya, biarlah saudara yang belum bertobat berbalik kepada Kristus, merendahkan diri, bertobat dan percaya kepada-Nya. Saudara harus memiliki perubahan pikiran dengan sempurna berhubungan dengan kehidupan saudara yang penuh dosa. Berbaliklah dari dosa-dosa saudara dan datanglah kepada Yesus Kristus dengan iman dan berilah dosa-dosa saudara disucikan dalam Darah kudus-Nya. Hidupilah kehidupan Kristen dan jangan pernah berbalik ke dalam kehidupan yang lama. Sehingga, ketika tiba saatnya sudara harus mati, saudara mati seperti penjahat yang kepadanya Yesus berkata, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (nas). Mari kita menyanyikan lagu pujian yang digubah oleh William Cowper ini:
Tercurah darah Tuhanku di bukit
Golgota
Yang mau bertobat ditebus, terhapus
dosanya
Terhapus dosanya, terhapus
dosanya,
Yang mau bertobat ditebus,
terhapus dosanya
Penyamun yang di sisi-Nya dib’ri
anugerah
Dan aku yang penuh cela dibasuh
darah-Nya
Dibasuh darah-Nya, dibasuh
darah-Nya
Dan aku yang penuh cela dibasuh
darah-Nya.
(KJ. No. 35:1-2)
Comments
Post a Comment