Jawaban Yesus
JAWABAN YESUS
Oleh: Pnt. Drs.
Beltasar Pakpahan
“Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama
mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi
mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya
tampillah dua orang, yang mengatakan: ‘Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan
Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.’ Lalu Imam Besar itu
berdiri dan berkata kepada-Nya: ‘Tidakkah Engkau memberi jawab atas
tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ Tetapi Yesus tetap diam”.
(Matius 26:59-63)
PENDAHULUAN
Kristus telah ditangkap malam itu di Taman Getsemani.
Para penjaga membawanya ke hadapan Sanhedrin (Majelis Agama Yahudi), dewan imam
dan para ahli Taurat. Para pemimpin agama ini ingin menghukum Yesus. Mereka
memiliki orang-orang jahat yang siap menjadi saksi dusta untuk menyerang Yesus.
Saksi-saksi dusta mereka itu mengatakan bahwa Yesus mengklaim bahwa Dia dapat
merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari. Yesus tidak
pernah mengatakan itu, tetapi para saksi dusta ini terus menuduh-Nya demikian.
Kristus tidak menjawab mereka. Kemudian imam besar meminta jawaban Yesus. Dia
tetap diam. Dia tidak menjawab. Para saksi dusta itu tidak peduli apa yang akan
dikatakan Yesus. Mereka adalah apa yang disebut Alkitab ‘pencemooh’. Mereka
tidak menginginkan jawaban. Mereka tidak pantas mendapatkannya. Dan mereka
tidak mendapatkannya. Yesus pastilah tahu apa yang ada di dalam hati manusia.
Dia tahu apa yang dipikirkan setiap orang. Dia selalu merespons dengan benar.
Kepada para pengejek ini, Dia tidak mengatakan apa-apa. Kepada orang lain, Dia
memberikan jawaban dengan bijaksana. Ada baiknya kita telaah bagaimana Kristus
menjawab tiga kelompok orang.
BAGAIMANA YESUS MENJAWAB PARA PENCEMOOH
Ada orang-orang yang bertanya kepada Yesus tetapi tidak benar-benar menginginkan jawaban. Mereka menentang bahkan memusuhi Yesus. Beberapa dari mereka berusaha untuk menjatuhkan-Nya. Yang lain ingin membuat-Nya dalam kesulitan. Tidak salah kalau mereka ini semua disebut ‘para pencemooh’.
Beberapa hari sebelum Yesus disalibkan, imam-imam kepala menyuruh mata-mata untuk mengajukan pertanyaan dengan tujuan supaya mereka dapat menjeratnya (Luk. 20:20). Apa yang mereka ajukan kepada Yesus bukanlah pertanyaan yang jujur. Mereka ingin menangkap Yesus jika Yesus berhasil dijerat untuk mengucapkan kata-kata yang salah yang menjadi dasar untuk menangkap-Nya (Luk. 20:21-22). Pertanyaan mereka adalah perihal membayar pajak kepada Kaisar. Jika Yesus berkata ‘tidak’, maka mereka akan membuatnya bermasalah dengan Romawi. Tetapi Kristus tahu tipuan mereka, dan Dia tidak jatuh ke dalam perangkap mereka. Dia memberi mereka jawaban, dan kemudian Dia mengingatkan mereka akan dosa mereka karena tidak mengasihi dan mengenal Allah.
Pada kesempatan lain, para ahli Taurat dan orang-orang Farisi meminta tanda kepada Yesus (Mat. 12:38). Tanda berarti mujizat, dan karenanya mereka menantang Dia untuk melakukan mujizat. Mereka tidak ingin mempercayai Yesus dan sebenarnya mereka tidak tertarik. Karenanya Yesus tidak melakukan mujizat untuk mereka (Mat. 12:39-40). Dia tidak memberi mereka tanda kecuali tanda nabi Yunus. Ketika Yunus berada di dalam perut ikan besar dan keluar, demikian pula Yesus akan mati, dikuburkan, dan bangkit kembali. Kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus adalah satu-satunya tanda bagi mereka.
Ketika Yesus disalibkan pada Jumat Agung, ada pencemooh
yang berteriak kepada-Nya. Imam-imam kepala bersama dengan ahli-ahli Taurat dan
tua-tua mengejek Dia (Matius 27:42-43). Tidak ada catatan bahwa Kristus
menjawab mereka. Mereka tidak pantas mendapat jawaban, dan Kristus tidak
memberikan jawaban. Kemudian ketika salah satu dari dua penjahat yang
disalibkan bersama-sama dengan Yesus menghujat Dia (Luk. 23:39), tidak ada
catatan bahwa Kristus menjawab orang itu. Dia tidak ingin mempercayai Kristus.
Dia tidak menginginkan jawaban. Dan dia tidak mendapatkannya. Kristus tegas dan
langsung terhadap para pengejek. Dia mengatakan apa yang pantas untuk mereka
dengar.
BAGAIMANA YESUS MENJAWAB ORANG-ORANG YANG INGIN TAHU
Beberapa orang tidak berbicara kepada Kristus sebagai pengejek. Sekalipun mereka tidak percaya kepada-Nya, tetapi mereka masih tertarik untuk mendengar apa yang dikatakan-Nya. Beberapa orang lebih terbuka ketimbang yang lain. Mereka semua adalah orang-orang yang ingin tahu. Mari kita simak bagaimana Kristus menjawab mereka.
Seorang Muda yang kaya datang kepada Yesus. Dia menjalani kehidupan moral dan sangat bangga pada dirinya sendiri. Dia berkata, “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Luk. 18:18), dan dia ingin mendengar apa yang dikatakan Kristus. Yesus mengingatkannya tentang Sepuluh Perintah, dan pemuda itu menjawab, “Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku” (Luk. 18:21). Kemudian Kristus menunjuk dosa pemuda itu, yaitu agar si pemuda menjual hartanya untuk dibagikan kepada orang-orang miskin agar ia berolah harta di sorga lalu mengikut Yesus (Luk. 18:22). Akan tetapi, “Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya” (Mat. 19:22). Yesus memberikan jawaban tepat yang dibutuhkannya. Dia menjawab pria itu, dan mengkonfrontasikannnya dengan dosanya.
Suatu hari Kristus pergi melalui Samaria, sebuah tempat yang dihindari orang Yahudi yang religius. Dia berbicara kepada seorang wanita Samaria - yang tidak akan pernah dilakukan oleh orang-orang Farisi - dan meminta air kepadanya. Wanita itu terkejut karena Yesus mau berbicara dengannya (Yoh. 4:15). Kemudian Yesus memberikan jawaban yang perlu didengarnya, dan Dia tahu tentang wanita itu sebelum Dia bertemu dengannya (Yoh. 4:16, 18). Yesus menunjuk dosanya, dan wanita itu menjadi sadar secara rohani. Dia percaya kepada Yesus dan diselamatkan. Wanita ini tidak keras dan sombong seperti orang muda yang kaya itu. Dia tahu dia adalah orang berdosa. Dia terbuka terhadap apa yang Yesus katakan. Kristus berbicara kepadanya dengan cara yang tepat. Dia membuatnya tertarik pada air kehidupan. Kemudian Dia berbicara kepadanya tentang dosanya. Akhirnya Dia menuntunnya ke Diri-Nya.
Seorang Farisi, seorang rabi, seorang pemimpin orang Yahudi (Yoh.s 3:1), dan Yesus menyebutnya “pengajar Israel” (Yoh. 3:10) yang bernama Nikodemus mendatangi Yesus pada malam hari. Dalam teks Bahasa Yunani dikatakan bahwa Nikodemus adalah “sang pengajar Israel.” Ia adalah seorang pengajar Yahudi yang paling disegani pada masa itu. Nikodemus tidak siap untuk percaya kepada Yesus. Tetapi dia penasaran, tertarik untuk belajar lebih banyak. Ia memuji Yesus sebagai “guru yang diutus Allah” (Yohanes 3:2). Yesus memberi dia jawaban yang tidak dia duga (Yoh. 3:3). Dia berbicara tentang kelahiran kembali secara rohani dan berkata, “Kamu harus dilahirkan kembali” (Yoh. 3:7). Kemudian Kristus memberi tahu dia tentang keselamatan melalui pengorbanan-Nya sendiri (Yoh. 3:14-15). Kristus mengatakan dengan tepat apa yang perlu didengar rabi itu. Perkataan itu pasti tinggal tetap dalam pikiran Nikodemus, karena setelah Kristus mati, dia dan Yusuf dari Arimatea mengambil tubuh Yesus, membalsemnya dengan rempah-rempah, dan membungkusnya dengan lenan (Yoh. 19: 38-40). Meskipun para imam dan orang Romawi membenci Yesus, Nikodemus berdiri bersama Kristus pada hari Ia disalibkan. Tradisi memberi tahu kita bahwa dia kemudian menjadi seorang Kristen.
Yesus selalu memberi setiap orang jawaban yang benar.
Bagi mereka yang ingin tahu, Dia menunjuk mereka lebih jauh – tentang dosa
mereka dan tentang siapa diri-Nya. Tetapi ada jenis orang ketiga, dan Kristus
menjawab mereka secara berbeda.
BAGAIMANA YESUS MENJAWAB ORANG-ORANG BERDOSA YANG TELAH MENYADARI DOSANYA
Yesus mengasihi dan mengampuni orang-orang berdosa yang telah insaf dan yang datang kepada-Nya. Orang-orang Farisi mengutuk orang-orang seperti itu. Tetapi Yesus tidak melakukannya. Dia tidak memberi tahu mereka apa yang salah dengan mereka. Dia hampir tidak mengatakan apa-apa. Sebaliknya, dia mengampuni mereka segera. Ada saja orang yang menjadi seperti orang-orang Farisi, terkejut dan tersinggung ketika orang-orang jahat diselamatkan dengan mudah, diampuni seketika tanpa ada konseling. Tetapi itulah yang dilakukan Kristus. Apa yang Yesus lakukan menunjukkan kepada kita bagaimana Dia mengasihi dan mengampuni orang berdosa.
Suatu hari Yesus pergi ke Yerikho. Di sana ia bertemu Zakheus. Zakheus adalah kepala pemungut pajak. Dia mengumpulkan uang dari masyarakat yang membayar pajak kepada Romawi, dan mengambil bagian yang banyak untuk dirinya sendiri. Zakheus adalah orang berdosa, yang dibenci semua orang. Tetapi dia berkata kepada Kristus, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat”(Luk. 19: 8). Dalam beberapa kata itu, Zakheus mengakui dosanya dan memanggil Yesus “Tuhan.” Dia tidak menaikkan doa mengundang Yesus masuk ke dalam hati. Dia tidak diselamatkan dengan mengucapkan kata-kata tertentu. Dia hanyalah orang berdosa yang telah insaf dan yang berbalik kepada Kristus. Itu saja. Juruselamat berkata, “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10). Itulah alasan Dia datang. Dan Yesus berkata, “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini” (Luk. 19: 9). Pemungut cukai itu diselamatkan.
Ketika Kristus disalibkan, dua penjahat disalibkan bersama-Nya, satu di sebelah kiri-Nya dan yang lain di sebelah kanan-Nya. Salah satunya mencerca Yesus (Luk. 23:39). Sama sekali tidak ada catatan bahwa Yesus menjawab orang ini. Tetapi penjahat yang lain menegur temannya (Luk. 23:40-41). Dia mengakui bahwa dia adalah orang berdosa dan pantas dihukum, sedangkan Yesus tidak melakukan kesalahan. Orang itu diinsafkan akan dosanya. Lalu ia berkata kepada Kristus, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja” (Luk. 23:42).
Penjahat ini tidak religius seperti orang-orang Farisi. Dia tidak pergi ke sinagoge. Dia tahu sedikit tentang Alkitab. Dia adalah seorang penjahat, dan jelas bukan orang baik. Dia tidak tahu bagaimana harus berdoa atau apa yang harus dikatakan. Dalam hatinya dia adalah orang berdosa yang telah diinsafkan. Dia tahu dia adalah orang jahat. Dia berpaling kepada Kristus dan mengatakan beberapa kata. Bahkan kata-katanya bukanlah kata-kata yang tepat. Tetapi “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10). Yesus tidak mengutuk si penjahat itu karena dosanya. Dia tidak memeriksa kata-katanya. Dia tidak menuntut apa pun dari pria itu. Sebaliknya, Dia justru berkata, “Hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Luk. 23:43). Penjahat itu diselamatkan pada saat itu juga!
Suatu hari Kristus diundang untuk makan di rumah seorang Farisi. Seorang wanita masuk. Dia adalah seorang “berdosa” (Luk. 7:37) dan dia tahu itu. Wanita itu “sambil menangis… pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu” (Luk. 7:38). Dia tidak bertanya apa pun pada Yesus. Dia sama sekali tidak berbicara kepada-Nya. Dia sadar bahwa tidak layak. Dia membawa air matanya, ciumannya, dan minyak wanginya ke kaki Yesus.
Yesus menyelamatkannya saat itu juga. Dia tidak
mengatakan apa-apa. Tindakannya berbicara. Kristus tidak menanyakan apa pun
padanya. Dia tidak memberitahunya apa yang harus dilakukan. Dia tidak berbicara
tentang dosanya. Dia tidak berusaha mencari tahu apa yang dia percayai. Dia
sama sekali tidak menasihatinya. Dia hanya berkata kepadanya, “Dosamu sudah
diampuni” (Lukas 7:48). Yesus mengampuninya seketika itu juga.
Comments
Post a Comment