Pemberitaan Tentang Salib

PEMBERITAAN TENTANG SALIB

 

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah”.

(1 Korintus 1:17-18).

 

PENDAHULUAN

Mengapa perlu mendoakan, memikirkan, mendukung, dan terlibat dalam pewartaan Injil? Jawabnya sederhana dan gamblang. Karena inti kabar baik Injil adalah salib Yesus. Jika ada jalan keluar lain bagi masalah hakiki manusia, mengapa sampai Yesus rela disalibkan? Jika ada cara yang dapat memberikan jaminan hidup kekal, mengapa Yesus harus mati? Salib membentangkan hati Allah kepada manusia, tetapi juga menelanjangi keadaan riil hati manusia. Hikmat dan kebijaksanaan manusia tak akan memampukan orang untuk mengenal Kristus, juga tidak akan mampu membebaskan mereka dari dosa-dosa mereka. Hanya "kebodohan" untuk percaya pada Injil Kristuslah yang akan memampukan orang untuk memiliki pengenalan akan Kristus hingga dosa-dosanya diampuni. Dan jika ada orang yang meminta tanda sebagai pembuktian kemahakuasaan Kristus, maka saliblah yang menjadi tandanya. Jadi, pusat pemberitaan pemberita Injil adalah karya penyelamatan Allah melalui Kristus yang disalibkan dan bangkit.

 

PEMBERITAAN TENTANG SALIB ITU SENDIRI

Istilah “pemberitaan tentang salib” ini memiliki satu tema utama, yaitu bahwa hanya ada satu kebenaran yang dinyatakan dalam perkataan ini. Kata-kata itu mengacu kepada satu-satunya Injil yang benar. Hanya ada satu Injil, sama seperti hanya ada satu Allah. Dan hanya ada satu Juruselamat – Yesus Kristus. Ketika Alkitab berbicara tentang salib, itu berbicara tentang kebenaran obyektif – kebenaran yang harus kita semua terima. Kebenaran yang tetap kebenaran entah orang percaya ataupun tidak. Karena Allah berbicara tentang itu di dalam Alkitab, itu adalah kebenaran entah orang berpikir itu benar atau tidak. Itu adalah kebenaran obyektif, yang artinya tetaplah kebenaran sekalipun pikiran orang tidak menyerap arti pentingnya.

Kemudian, dalam pemberitaan tentang salib ditemukan, bukan hanya apa yang Alkitab katakan, namun juga fakta-fakta historis – fakta bahwa Yesus Kristus telah mengalami pederitaaan yang sangat berat atas dosa kita, bahwa Ia melewati kesedihan yang teramat mendalam di Taman Getsemani, malam sebelum Ia disalibkan, ketika dosa-dosa kita dipikul-Nya dalam tubuh-Nya sendiri. Ia melewati penyiksaan yang sangat mengerikan ketika mereka mencambuki Dia sampai setengah mati dalam pengadilan Pilatus. Kemudian Ia diseret naik ke Bukit Kalvari, tempat di mana mereka memakukan kedua tangan dan kaki-Nya, tempat di mana mereka mengangkat Dia ke kayu salib, dan meninggalkan Dia tergantung di sana, darah tercurah dan mati demi membayar hutang dosa kita, sehingga kita dapat diselamatkan. Bukan hanya dosa-dosa kita diampuni, tetapi kita juga dibenarkan oleh kematian-Nya, sehingga, kita akan diperhitungkan tidak berdosa hanya dengan satu tindakan iman yang sederhana di dalam Dia.

Pemberitaan tentang salib adalah pemberitaan yang menunjukkan kepada kita bahwa kita telah mati di dalam dosa-dosa kita (Kol. 2:13), dan bahwa hanya kematian Kristus untuk menggantikan posisi kita, dapat membayar semua hutang dosa kita, menghapuskan dosa-dosa kita, dan memberikan kehidupan baru oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati untuk kita. Pemberitaan tentang salib menunjukkan bahwa kita tidak memperoleh keselamatan melalui perbuatan baik atau melalui kerajinan kita datang ke gereja. Pemberitaan tentang salib menunjukkan kebenaran bahwa tidak ada kebaikan yang dapat kita kerjakan untuk keselamatan kita. Pemberitaan tentang salib menyingkirkan semua cara yang disebut perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan, dan mengatakan bahwa satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan kita adalah apa yang Yesus telah kerjakan di kayu salib untuk membuat penebusan penuh atas dosa-dosa kita oleh satu manusia, yaitu Kristus (Allah-manusia) tanpa ditambah dengan hal-hal baik yang kita harus lakukan, atau keputusan-keputusan yang telah kita buat.

 

PEMBERITAAN TENTANG SALIB ADALAH KEBODOHAN BAGI MEREKA YANG AKAN BINASA

Mendengar pemberitaan yang mengatakan bahwa kita harus diselamatkan dari dosa oleh kematian Kristus hanyalah perkataan orang bodoh bagi pikiran orang yang belum bertobat. Alasan mereka berpikir bahwa ini adalah suatu kebodohan adalah karena mereka tidak melihat nilai (value) di dalamnya. Itulah sebabnya mengapa Roh Kudus turun, karena “kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa…” (Yoh. 16:8). Roh Kudus harus menginsafkan seseorang, menyadarkan dia akan dosa, atau ia tidak akan melihat nilai (value) dari kematian Kristus di kayu salib. Sebelum seseorang diinsafkan oleh Roh Kudus akan dosanya, ia hanya akan berpikir bahwa pemberitaan tentang salib adalah suatu kebodohan. Pemberitaan tentang salib nampak seperti perkataan orang tolol atau orang bodoh, kecuali bila hati kita diinsafkan oleh Roh Allah bahwa kita adalah orang berdosa. Hanya dengan cara demikian maka penyaliban Kristus nampak penting.

Keselamatan tidak datang melalui pembelajaran hikmat manusia manapun (1 Kor. 1:21). Harus ada suatu illuminasi di dalam hati, yang menunjukkan kepada kita bahwa kita adalah orang berdosa yang tidak memiliki pengharapan. Sebelum itu terjadi, pemberitaan yang menjelaskan kepada kita bahwa satu-satunya solusi untuk masalah kita adalah penyaliban Kristus akan nampak seperti kata-kata lelucon dari orang tolol. Tanpa kita merasakan dalam hati kita bahwa masalah kita adalah dosa, kita tidak akan pernah melihat pentingnya kematian Kristus di kayu salib. Ia mati menggantikan tempat kita, untuk membayar penghukuman atas dosa-dosa kita. Alkitab berkata, “darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (1 Yoh. 1:7). Namun itu hanya akan nampak bagi kita seperti suatu teori yang menarik, dan sisanya hanyalah seperti perkataan orang bodoh, kecuali mata kita dibukakan oleh Roh Allah untuk melihat bahwa tidak ada cara lain untuk diselamatkan dari kutuk dosa.

 

PEMBERITAAN TENTANG SALIB ADALAH KEKUATAN ALLAH BAGI ORANG YANG DISELAMATKAN

Betapa banyak orang di dunia ini yang tidak suka dengan kata ‘diselamatkan’. Pada hal kata ini adalah sepenuhnya Alkitabiah seperti yang dinyatakan dalam nas kita. Ya, kita diselamatkan. Namun kita diselamatkan bukan oleh kebaikan kita sendiri. Kita diselamatkan oleh apa yang Yesus telah lakukan bagi kita di kayu salib. Ketika kita datang kepada Yesus dengan iman, kita diselamatkan oleh kematian-Nya yang menggantikan tempat kita – untuk dosa-dosa kita. Kita diselamatkan oleh kebangkitan tubuh-Nya dari kematian – yang memberikan hidup kekal kepada kita. Ketika kita berserah kepada Yesus dengan iman, Ia menyelamatkan kita. Ketika kita diselamatkan, kita akan melihat bahwa Kristus lebih penting dari apapun di dunia ini.

Bagi kita yang diselamatkan, salib adalah kekuatan, sebab salib bukan sekedar informasi sejarah, melainkan instrumen aktif yang mengubah hidup. Pemberitaan tentang salib menjadi kekuatan bagi orang percaya karena salib adalah tempat dimana keadilan Allah (menghukum dosa) dan kasih Allah (mengampuni dosa) bertemu. Kekuatannya terletak pada kemampuannya menghancurkan belenggu dosa yang tidak bisa dilakukan oleh hukum atau moralitas manusia. Melalui kematian Kristus di salib, kuasa maut dikalahkan. Ini memberikan pengharapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal. Kekuatan salib mampu mengubah karakter seseorang, yaitu orang yang mengenal salib tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Kristus.

Paulus menekankan bahwa Allah sengaja memilih metode yang terihat ‘lemah’ untuk mempermalukan apa yang kuat menurut dunia. Dunia mencari mujizat atau hikmat filsafat yang megah, sedangkan Allah memberikan Kristus yang tersalib. Kekuatan ini tidak datang dari upaya manusia, melainkan sepenuhnya dari anugerah Allah. Hal ini memastikan bahwa tidak ada manusia yang dapat memegahkan diri di hadapan-Nya. Jadi nas kita mengajarkan bahwa orientasi seseorang terhadap salib menentukan status rohaninya. Salib adalah instrumen Allah untuk menjungkirbalikkan logika dunia dan memamerkan kekuatan-Nya yang menyelamatkan.

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan