Yudas Berjalan Sendiri Menuju Malam Gelap

YUDAS BERJALAN SENDIRI MENUJU MALAM GELAP

 

Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan

 

“Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: ‘Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.’ Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam”.

(Yohanes 13:27-30)

 

PENDAHULUAN

Berbeda dengan murid-murid lainnya, Yudas sama seperti manusia modern. Dia mengasingkan diri dari perkumpulan murid-murid Yesus, dan dari Kristus sendiri. Dia menjadi seorang figur yang terisolasi, berjalan sendiri melewati malam. Dia sama seperti salah satu dari karakter eksistensialis dalam cerita yang dikarang oleh Ernest Hemingway. Hemingway sendiri dibesarkan dalam sebuah keluarga dengan tradisi gereja yang Injili, tetapi eksistensialismenya telah membuatnya terhilang dari Kristus. Menjelang akhir hidupnya, dia berkata, “Saya hidup dalam kehampaan seperti sendirian bagaikan nyala radio ketika baterainya habis tanpa ada arus listrik yang mengalir ke dalamnya” (dikutip oleh David L. Larsen, The Company of the Creative, Kregel, 1999, hal. 409). Seperti Yudas, Hemingway juga melakukan tindakan bunuh diri. Yudas dan Hemingway merupakan figur yang tragis  yang berpaling dari Kristus. Terpisah dari Kristus dan manusia, mereka berjalan sendiri melewati malam.

 

YUDAS DATANG KE DALAM PERSEKUTUAN

Alkitab berkata bahwa Yesus pergi “…ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil” (Mark. 3:13-14). Yudas merupakan salah seorang dari dua belas murid yang mendirikan persekutuan/gereja yang pertama (Mark. 3:19). Dia menikmati kebersamaan dengan Kristus dan yang lainnya, dan kelihatannya sangat bergairah dalam semua aktivitas mereka di sana. Mereka sangat sibuk dalam setiap aktivitas di persekutuan itu sehingga mereka bahkan tidak mempunyai waktu untuk istirahat dan makan (Mark. 3:20).

Sekalipun Yudas kelihatannya menikmati aktivitasnya dalam persekutuan itu, namun semua tindakan dan pengajaran rohani yang dilakukan Yesus tidak dengan serta merta menimbulkan rasa sukacita di dalam jiwanya. Dia melihat mujizat Yesus yang  meredakan angin ribut (Mark. 4:35-41). Dia melihat Yesus mengusir roh jahat keluar dari orang gila di Gerasa (Mark. 5:1-20). Dia melihat Yesus menyembuhkan wanita yang sakit pendarahan dan membangkitkan putri Yairus dari kematian (Mark. 5:21-43). Dia melihat mujizat Yesus yang memberi makan lima ribu orang (Mark. 6:32-44). Dia melihat Yesus berjalan di atas air di Danau Galilea (Mark. 6:45-52). Yudas melihat banyak orang sakit menjadi sembuh ketika mereka menyentuh Yesus (Mark. 6:56). Semua pengalaman ini sangat hebat, dan Yudas kelihatannya  menikmatinya. Ada saja orang yang seperti Yudas di hari-hari akhir ini. Mereka menikmati datang ke gereja, menikmati aktivitas gerejani dan persekutuan doa. Tetapi tidak pernah lebih dalam dari itu, yaitu Kristus tidak pernah menyentuh kedalaman jiwa mereka. Akhirnya suatu hari mereka akan pergi keluar dari gereja, keluar dari persekutuan, dari persekutuan dengan Kristus, sama seperti yang Yudas lakukan.

 

YUDAS MENOLAK PERTOBATAN

Sesungguhnya tak seorangpun di antara mereka yang ada di dalam persekutuan itu, terkecuali Kristus sendiri, yang tahu bahwa Yudas tidak pernah mengalami lahir baru.. Sekalipun Yudas menikmati berada dalam persekutuan para murid bersama Kristus, namun ia tidak pernah bertobat. Dia seorang bendahara persekutuan itu. Dia membawa uang murid-murid, tetapi Alkitab berkata, “dia adalah seorang pencuri” (Yoh. 12:6). Dia mencuri sejumlah uang dari perbendaharaan murid-murid. Hal ini memperlihatkan bahwa dia tidak pernah bertobat secara mendalam kepada Kristus. Dia menolak pertobatan yang sejati.

Yesus berkata, “Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yoh. 3:3). Seseorang itu bisa saja datang ke gereja dan bersekutu di sana, tetapi jika orang itu tidak pernah mengalami pertobatan, dan karenanya tidak pernah lahir baru, akan datang waktunya dimana dia akan melakukan persis seperti  yang telah Yudas lakukan. “Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam” (ay. 30).

 

YUDAS SANGAT MENGINGINKAN APA YANG DITAWARKAN DUNIA

Meskipun Yudas telah menikmati berada dalam gereja mula-mula, hatinya tidak berada di sana. Dia menginginkan apa yang ditawarkan oleh dunia. “Kemudian pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: ‘Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?’ Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus” (Mat. 26: 14-16).

Yudas pergi meninggalkan persekutuan.  Dia terkesan oleh apa yang berkilau di luar sana. Dia terkesan oleh imam-imam kepala yang sangat membenci Kristus. Dia terkesan oleh penawaran sejumlah uang yang diberikan kepadanya. Dia menginginkan apa yang mereka dapat berikan lebih daripada dia menginginkan Kristus. Jadi, jika seseorang itu menginginkan sesuatu di luar sana lebih daripada Kristus, pastilah orang itu belum bertobat, belum lahir baru. Dan akan segera tiba waktunya orang itu juga akan terhilang sama seperti Yudas.

 

YUDAS DIKUASAI IBLIS

Memang Iblis itu sungguh nyata. Dan Alkitab memberitahukan kita bahwa Iblis merasuki Yudas sebanyak dua kali. Pertama terjadi ketika sebelum dia menemui imam-imam kepala dan membuat kesepakatan dengan mereka untuk mengkhianati Yesus. “Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu” (Luk. 22:3). Iblis merasuki Yudas untuk kedua kalinya pada malam dia mengkhianati Ktistus, “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis” (ay. 27).

Iblis itu sungguh nyata. Tujuannya adalah untuk menghancurkan manusia. Dengan alasan inilah Rasul Paulus memperingatkan Timotius tentang “jerat Iblis” (2 Tim. 2:26). Hanya Kristus yang dapat menyelamatkan manusia dari jerat Iblis. Manusia harus datang segera kepada Kristus dan bertobat untuk dapat lepas dari  genggaman Iblis. Tidak seorang pun kecuali Kristus yang dapat menyelamatkan kita dari jeratnya. Seseorang itu mungkin terlihat selamat dari cengkeraman iblis untuk beberapa lama, tetapi ketika Iblis dapat memegang orang itu dengan erat, tinggal menunggu waktu dia akan menghancurkannya. Hal tersebut dapat datang dengan tiba-tiba seperti yang terjadi pada Yudas.

 

YUDAS MENGALAMI AKHIR YANG BURUK

Alkitab memberitahu kita apa yang terjadi pada Yudas setelah dia mengkhianati Yesus. “Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata:’aku telah berdosa karena telah menyerahkan darah orang yang tak bersalah.’ Tetapi jawab mereka: ‘Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!’ Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri” (Mat. 27:3-5).

Inilah akhir yang buruk dari Yudas. Dan akhir yang buruk jugalah yang akan terjadi pada semua orang yang menolak keselamatan yang ditawarkan oleh Kristus. “…Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Mat. 25:41). Sudah terlambat bagi Yudas untuk diselamatkan. Dia telah melewati garis batas. Dia telah pergi meninggalkan anugerah Allah.

 

REFLEKSI

Pengkhianatan sering kali tidak dimulai dengan satu langkah besar, melainkan dengan kompromi-kompromi kecil di dalam hati. Oleh karena itu, jangan biarkan hatimu mengeras di hadapan kasih karunia-Nya. Jangan sampai kita berada di dekat “Terang”, namun tetap memilih untuk berjalan keluar menuju kegelapan malam. Jangan biarkan dirimu sendirian dalam sepi, jangan biarkan dirimu terhilang. Pulanglah ke Gereja, kepada Yesus Kristus, Anak Allah.

Comments

Popular posts from this blog

Tertib Acara Kebaktian Padang Punguan Ina Naomi

Pujian dan Ucapan Syukur

Percayalah Kepada Tuhan