Ia Akan Menggenggam Erat Kita
IA
AKAN MENGGENGGAM ERAT KITA
Oleh:
Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan
“Aku memberikan hidup
yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai
selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku,
lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari
tangan Bapa.”
(Yohanes 10:28-29)
PENDAHULUAN
Yesus
menyatakan dengan tegas bahwa Ia dan Bapa satu adanya. Kesatuan-Nya dengan Bapa
inilah yang menjadi dasar mengapa orang percaya dapat beroleh bagian dalam
hidup kekal dan juga ada dalam kesatuan dengan Bapa. Hubungan yang sangat erat
antara Yesus dengan Bapa-Nya menjadi analogi hubungan Yesus dengan orang-orang
percaya. Yesus mengenal domba-domba-Nya dan domba-domba-Nya mengenal Yesus.
‘Mengenal’ menandakan adanya relasi yang sangat intim dan bersifat pribadi.
Relasi ini sedemikian intimnya sehingga kedua pihak yang saling mengenal dapat
dikatakan sejiwa (satu). Ini menjadi jaminan bahwa siapa menjadi milik Yesus
sekaligus milik Bapa, dipelihara oleh kedua-Nya dalam kemahakuasaan Anak dan
Bapa, dan dalam kekekalan. Dengan kualitas relasi yang demikian ini tentu saja
tidak akan ada yang sanggup merebut kita orang-orang percaya yang adalah
milik-Nya dari tangan-Nya. Kualitas hubungan yang demikian ini juga akan
menjadi kesaksian bagi orang lain bahwa di dalam Yesus dan di dalam Bapa ada
kasih sejati yang mempersatukan.
ADA PEMBERIAN KRISTUS
Juruselamat berkata, “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka”. Hidup yang kekal datang kepada setiap kita sebagai sebuah pemberian. Kita tidak memiliki hidup yang kekal ketika kita dilahirkan. Kita tidak memperolehnya dengan tindakan atau usaha kita. Kita tidak bisa memperolehnya dengan melakukan perbuatan baik. Kita tidak dapat memperolehnya dengan mempelajari ayat-ayat Alkitab. Kita juga tidak dapat memperolehnya dengan mengucapkan kata-kata dalam doa, seperti ucapan terimakasih Yesus. Itu adalah suatu pemberian yang tidak dapat diusahakan. Kita tidak menerima itu sebagai suatu upah. Itu adalah pemberian cuma-cuma.
Allah mengetahui akhir sedari awal. Ketika Dia memberikan hidup yang kekal kepada seseorang, Ia tahu setiap ketidaksempurnaan dan kegagalan di dalam diri orang itu. Dia tahu terlebih dahulu bagaimana manusia kadang-kadang akan gagal. Dia tidak pernah akan memberikan kehidupan kekal kepada seseorang dan kemudian mengambilnya kembali karena beberapa kegagalan - karena Dia telah mengetahui kegagalan-kegagalan yang orang itu akan alami sebelum Ia memberi pemberian-Nya itu.
Kristus berkata kepada wanita Samaria di sumur dimana Ia meminta air darinya, “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14). ‘Memancar’ menunjukkan kelimpahan. Jadi “hidup yang kekal” ini tak ada akhirnya dan mengalir secara terus menerus untuk selamanya. Ini adalah kehidupan Allah dalam jiwa manusia. Yesus memberikan kepada domba-domba-Nya kehidupan tanpa akhir dari Allah dalam hati mereka yang terus-menerus memancar – tidak pernah berakhir – selalu mengalir. Ini adalah sebuah pemberian, dan Dia tidak akan pernah mengambil kembali apa yang telah Dia berikan.
Sesungguhnya
kita telah mati di dalam dosa kita, tetapi “[Allah] telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita
telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan”
(Efesus 2:5). Kehidupan kekal diberikan kepada jiwa yang mati. Kehidupan kekal
adalah karunia, yang diberikan kepada laki-laki dan perempuan yang telah mati
dalam dosa. Itu adalah kabar baik dari Injil. Dia memberikan kepada
kita hidup yang kekal. Kita tidak membayar apa-apa untuk itu. Yesus yang
telah membayar untuk itu dengan kematian-Nya di kayu Salib.
Yesus mendapatkannya bagi kita dengan bangkit dari kematian. Jadi, hidup
yang kekal adalah pemberian Kristus.
ADA JANJI KRISTUS
Betapa indahnya janji dalam nas ini, “Mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya”. Kristus menjamin keselamatan dan kelangsungan kebahagiaan mereka/kita, yaitu kita akan diselamatkan dari kebinasaan yang kekal. Di sini Yesus memberikan janji ganda untuk menenangkan hati para pengikut-Nya. “Pasti tidak akan binasa” dalam bahasa Yunani digunakan dalam bentuk ganda, yang merupakan penyangkalan paling kuat. Secara harfiah berarti “tidak akan pernah, sekali-kali tidak akan binasa”. Kemudian “sampai selama-lamanya” menegaskan bahwa perlindungan ini melampaui batas waktu, yang artinya segala waktu tercakup di dalamnya.
Sebagaimana kehidupan kekal itu benar-benar ada, begitu pula kebinasaan kekal. Jiwa tidak akan dimusnahkan, melainkan dibinasakan. Jiwa akan tetap ada, tetapi penghiburan dan kebahagiaannya akan hilang dan tidak bisa didapat kembali. Semua orang percaya diselamatkan dari hal itu. Tak peduli salib apa yang mungkin harus mereka tanggung, mereka tak akan pernah turut dibinasakan. Manusia tidak akan pernah binasa sampai ia ada di neraka, dan orang-orang percaya tidak akan pergi ke sana.
Para gembala
yang memiliki kawanan domba dalam jumlah besar sering kehilangan beberapa di
antara domba-domba mereka dan menyaksikan kebinasaan domba-domba itu. Namun
Kristus telah menegaskan bahwa tak satupun dari domba-domba-Nya yang akan
binasa, tak seorangpun. Dosa tidak akan pernah lagi benar-benar mengendalikan
mereka. Ada saat-saat ketika Allah tampaknya jauh. Ada saat-saat ketika kita meragukan keselamatan kita sendiri. Bahkan
mungkin ada saat-saat ketika kita pikir kaki kita akan tergelincir dan kita
akan terhilang untuk selamanya. Tetapi Yesus selalu memimpin kita melewati
semua itu. Kristus selalu membawa kita kembali dari tepi keputusasaan.
ADA KUASA
KRISTUS
Sepertinya ada pertempuran hebat untuk memperebutkan domba-domba-Nya. Sang Gembala sangat berhati-hati menjaga kesejahteraan mereka sampai-sampai mereka tidak hanya dimasukkan dalam kandang-Nya dan diawasi, tetapi bahkan ada dalam genggaman tangan-Nya, dalam naungan kasih-Nya yang istimewa, dan di bawah perlindungan-Nya yang khusus. Akan tetapi, musuh-musuh begitu nekat sehingga mereka berani mencoba untuk merebut domba-domba itu dari tangan-Nya, yaitu tangan yang memiliki dan melindungi mereka. Namun musuh-musuh itu pun tidak akan berhasil melakukannya. Orang-orang percaya terpelihara dalam Yesus Kristus, dan keselamatan mereka tidak mereka jagai sendiri, melainkan dilindungi oleh Sang Gembala.
Supaya jaminan yang Ia berikan tidak dianggap kurang karena Ia tampil dalam kelemahan, yaitu sebagai Manusia, Ia pun menyebut nama Bapa-Nya sebagai jaminan kuat lainnya. “Bapa-Ku…lebih besar dari pada siapapun” (ay. 29) menyatakan bahwa kuasa Bapa lebih besar dari semua gembala lain, penguasa hukum ataupun pelayan gereja. Dia sanggup melakukan apa yang tidak dapat mereka perbuat. Para gembala itu bisa tertidur, sehingga mudah sekali merebut domba-domba dari tangan mereka. Tetapi Ia menjaga kawanan gembalaan-Nya siang dan malam. Ia lebih besar dari semua musuh-musuh gereja dan segala rintangan yang menentang kepentingan gereja, serta sanggup mengamankan kepentingan-Nya sendiri dari segala macam perlawanan mereka. Dia lebih besar dari segala kekuatan neraka dan dunia bahkan jika mereka bersatu sekalipun untuk melawan-Nya. Hikmat-Nya jauh melebihi si ular tua, sekalipun dia terkenal sangat lihai dan licin. Kekuatan-Nya lebih besar daripada si naga merah besar itu, sekalipun namanya legion. Iblis dan para malaikatnya melawan dengan ganas, dan berusaha merebut kekuasaan, tetapi tidak pernah berhasil (Why. 12:7-8).
Karena “Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku”, pasti Ia sangat peduli untuk selalu mempertahankan pemberian-Nya itu. Mereka telah dipercayakan kepada Sang Anak untuk dijaga baik-baik, dan karena itulah, Allah masih tetap akan ikut memelihara mereka juga. Seluruh kekuatan sorga dikerahkan demi tercapainya segenap rancangan ilahi. Jika demikian adanya, maka tak satupun (baik manusia ataupun iblis) dapat merebut mereka dari tangan Bapa, tidak dapat merenggut kasih karunia yang telah mereka dapatkan ataupun menghalangi mereka untuk mendapatkan kemuliaan yang telah dipersiapkan bagi mereka.
Tak satupun
dapat mengeluarkan mereka dari perlindungan Allah ataupun menyeret domba-domba
itu ke dalam kekuasaan mereka. Kristus sendiri telah mengalami kuasa Bapa-Nya
dalam menopang dan meneguhkan-Nya, sehingga Ia pun menaruh seluruh pengikut-Nya
ke dalam tangan Bapa-Nya juga. Bapa yang menyediakan dan mengamankan kemuliaan
bagi Sang Penebus juga akan menyediakan dan mengamankan kemuliaan bagi umat
yang ditebus-Nya.
Comments
Post a Comment