Awal Pembedaan Penyembah Tuhan dan Bukan Penyembah Tuhan
AWAL PEMBEDAAN PENYEMBAH TUHAN DAN BUKAN
PENYEMBAH TUHAN
Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan
17 Kain bersetubuh dengan isterinya dan
mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan
suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.
18 Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu
memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael
memperanakkan Lamekh.
19 Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu
namanya Ada, yang lain Zila.
20 Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi
bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.
21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi
bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.
22 Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain,
bapa semua tukang tembaga dan tukang besi. Adik perempuan Tubal-Kain ialah
Naama.
23 Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu:
"Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah
telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena
ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak;
24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali
lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat."
25 Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu
perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab
katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti
Habel; sebab Kain telah membunuhnya."
26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga
dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.
(Kejadian 4:17-26)
PENDAHULUAN
Nas ini menceritakan kisah yang sangat menarik tentang
awal mula peradaban manusia setelah tragedi pembunuhan Habel oleh Kain. Yang
dipaparkan dalam nas ini bukan hanya daftar nama atau silsilah, melainkan
sebuah kontras yang tajam antara dua garis keturunan manusia. Kain beranak-cucu
dan silsilah berlanjut sampai keturunan ke-tujuh manusia, yaitu Lamekh. Manusia
makin bobrok yang tercemin dari tindakan Lamekh yang menambil dua isteri
padahal Allah berfirman bahwa laki-laki akan menikah dengan seorang isteri. Ia
juga membunuh seorang laki-laki. Pembunuhan ini adalah pembunuhan berdasarkan
ketidakadilan. Celakanya, Lamekh begitu bangga atas apa yang dilakukannya
sampai-sampai menyanyikan nyanyian dendam. Keturunan Kain membangun dunia tanpa
Allah, dan kasih semakin lenyap dari mereka. Di sisi lain, sebagai pengganti
Habel, lahirlah Set. Setelah Set melahirkan anaknya, orang-orang dari garis
keturunan Set ini mulai beribadah kepada Tuhan, menyerukan nama Tuhan. Dengan
demikian, terbagilah umat manusia ke dalam dua jalur: mereka yang menentang
Allah, dan mereka yang bersandar kepada Allah.
KAIN MENINGGALKAN
HADIRAT ALLAH
Setelah diusir oleh Allah, Kain meninggalkan keluarga dan mezbah Adam, dan membuang segala kepura-puraan bahwa ia takut akan Allah, dan tidak pernah datang kembali ke tengah-tengah orang-orang baik, tidak pula mengikuti ketetapan-ketetapan Allah lagi. Kain sekarang pergi dari hadirat Tuhan, dan kita tidak pernah mendapati dia masuk ke dalamnya lagi, bagi penghiburannya. Ini berarti dibuang selama-lamanya dari sumber segala kebaikan. Inilah pilihan orang-orang berdosa.
Kain pergi dan menetap di sebelah timur Eden, yang jauh
dari tempat di mana Adam dan keluarganya yang saleh berdiam, untuk membedakan
dirinya dan angkatannya yang terkutuk dari keturunan kudus. Di sebelah timur
Eden ada para kerub, dengan pedang yang bernyala-nyala (Kej. 3:24). Di sanalah
ia memilih bagiannya, seolah-olah untuk menantang kengerian-kengerian dari
Tuhan. Tetapi usahanya untuk berdiam sia-sia saja. Sebab, tanah yang harus
didiaminya adalah tanah Nod (maksudnya, bergoncang atau gemetar), karena
kegelishan dan ketidaktenangan jiwanya sendiri yang tiada henti.
GARIS KETURUNAN
KAIN
Dalam nas ini dijelaskan tentang anak-anak Kain, setidaknya keturunan dan keluarganya, selama tujuh angkatan (ay. 17-18). Anaknya adalah Henokh, dan inilah nama kota pertama yang dibangun Kain untuk menetap di sana. Lebih banyak lagi nama dari anak cucunya disebutkan dan hanya disebutkan. Bukan seperti anak cucu dari keturunan yang kudus (Kej. 5), di mana ada tiga ayat mengenai masing-masingnya, sementara di sini ada tiga atau empat orang dalam satu ayat. Mereka dihitung dengan tergesa-gesa, sebagai orang-orang yang tidak dihargai atau disukai, jika dibandingkan dengan umat pilihan Allah.
Lamekh yang merupakan generasi ke tujuh dari Adam dari
garis keturunan Kain menjadi simbol kemerosotan moral. Dia memperkenalkan
poligami untuk pertama kalinya dengan mengambil dua isteri, Ada dan Zila (ay.
19), yang merusak tatanan pernikahan yang awalnya dirancang Allah di Eden (Mal.
2:15; Mat. 19:5). Kendati dengan pelanggaran hukum pernikahan ini, Lamekh tetap
diberkahi kebahagiaan melalui anak-anaknya. Meskipun berdosa dalam mengawini
dua isteri, ia diberkati dengan anak-anak yang menjadi pelopor berbagai aspek
peradaban kuno, yaitu Yabal, Yubal dan Tubal-Kain.
LAHIRNYA PERADABAN
DUNIAWI
Yabal adalah seorang penggembala terkenal (ay. 20). Ia sangat suka memelihara ternak, dan begitu senang merancang cara-cara untuk melakukannya supaya mendapat keuntungan terbesar, dan mengajarkan cara-cara itu kepada orang lain, sehingga para gembala pada masa itu, bahkan pada masa sesudahnya, menyebutnya bapa. Yubal adalah seorang pemain musik yang terkenal, tepatnya seorang peniup seruling (ay. 21), dan orang pertama yang memberikan aturan-aturan untuk seni atau ilmu musik. Tubal-Kain adalah tukang besi terkenal, yang besar perannya dalam mengembangkan keterampilan bekerja dengan tembaga dan besi (ay. 22), yang bisa digunakan baik untuk perang maupun bertani. Alkitab tidak mengatakan bahwa teknologi, seni dan pembangunan kota itu jahat. Semua itu adalah bagian dari mandat budaya yang Allah berikan kepada manusia. Namun, di tangan keturunan Kain, kemajuan ini berkembang di luar relasi mereka dengan Allah. Manusia menjadi mandiri, merasa kuat, dan melupakan Sang Pencipta.
Dari garis keturunan Kain ini ada bapa semua gembala dan
bapa semua pemain musik, tetapi tidak ada bapa semua orang beriman. Ada orang
yang mengajarkan pengetahuan tentang tembaga dan besi, tetapi tidak ada orang
yang mengajarkan pengetahuan yang baik tentang Tuhan. Ada cara-cara untuk
menjadi kaya, untuk menjadi besar, dan untuk menjadi gembira, tetapi tidak
satupun di antaranya berbicara tentang Allah, tidak pula tentang perihal takut
akan Dia dan bagaimana melayani-Nya. Karunia-karunia umum diberikan kepada
orang-orang jahat, sementara Allah memilih bagi diri-Nya sendiri
perkara-perkara yang bodoh di mata dunia.
PUNCAK KEANGKUHAN
MANUSIA
Nas ini menceritakan betapa haus darah dan biadabnya Lamekh. Ia mengaku kepada kedua isterinya sebagai orang yang keji dan cenderung berbuat kejam, yang akan menghabisi nyawa orang-orang di sekelilingnya tanpa belas kasihan, dan membunuh semua orang yang menghalang-halangi jalannya (ay. 23). Tidak peduli orang dewasa atau orang muda, bahkan sekalipun ia sendiri terancam akan dilukai dan disakiti dalam perseteruan itu. Adalah biasa bagi orang yang keji dan haus darah untuk bermegah dalam aib mereka (Fil. 3:19), seolah-olah mereka merasa aman dan terhormat bila mereka tidak peduli berapa banyak nyawa yang menjadi korban segala kebencian dan amarah mereka. Mereka tidak peduli betapa mereka amat dibenci, asalkan mereka ditakuti.
Betapa kurang ajarnya Lamekh mengira akan dilindungi
Allah bahkan di dalam jalannya yang fasik (ay. 24). Ia sudah mendengar bahwa
barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat (ay.
15), yaitu bahwa jika ada orang yang berani membunuh Kain, maka ia akan dibalas
dan dihukum dengan keras atas perbuatannya itu, meskipun Kain pantas mati
seribu kali karena telah membunuh adiknya. Dan di sini Lamekh menyimpulkan
bahwa jika ada orang yang membunuhnya karena pembunuhan-pembunuhan yang sudah
dilakukannya, maka Allah akan membalaskan kematiannya dengan lebih besar lagi,
yaitu tujuh puluh tujuh kali lipat (ay. 24). Ini sajalah yang kita temukan
dalam Alkitab berkenaan dengan keluarga dan keturunan Kain yang terkutuk,
sampai kita mendapati mereka semua terbunuh dan binasa pada air bah yang
menyapu bersih seluruh dunia.
GARIS KETURUNAN
BARU DAN PENGHARAPAN IMAN
Ketika situasi dunia terasa makin kelam oleh keangkuhan keturunan Kain, struktur narasi Kejadian tiba-tiba bergeser kembali ke Adam dan Hawa. Allah memberikan seorang anak- laki-laki lagi kepada mereka untuk menggantikan Habel yang dibunuh Kain (ay. 25). Anak ini, melalui roh nubuat, mereka namai Set, yang artinya tetap, menetap atau ditempatkan, karena dalam keturunannya umat manusia akan terus berlanjut sampai akhir zaman, dan darinya Mesias akan diturunkan. Bila Kain, si pemimpin kemurtadan, dijadikan pengembara, maka Set, yang darinya jemaat yang benar akan muncul, adalah orang yang menetap. Hanya di dalam Kristus dan jemaat-Nya sajalah terdapat satu-satunya kediaman yang sejati.
Kemudian Set memiliki anak yang diberi nama Enos, dan nas mencatat bahwa “Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” (ay (26). Memanggil nama TUHAN (Yahweh) di sini merujuk pada ibadah bersama yang terorganisir, doa, dan pengakuan publik akan ketergantungan manusia kepada Allah. Artinya, Allah mengizinkan Adam dan Hawa melihat hidupnya kembali agama dalam keluarga mereka. Orang bisa saja punya kesempatan untuk bisa melihat anak-anak dari anak-anaknya sendiri, namun itu tidaklah cukup untuk membuatnya benar-benar terhibur jikalau ia pun tidak sampai melihat damai atas Israel dan orang-orang yang diturunkan darinya berjalan di dalam kebenaran.
Kain dan orang-orang yang sudah meninggalkan agama
mendirikan sebuah kota, dan mulai menyatakan diri tidak mau hidup saleh dan
menjauhi agama, dan menyebut diri mereka sebagai anak-anak manusia. Tetapi
orang-orang yang setia kepada Allah mulai menyatakan diri sebagai milik-Nya dan
menyembah-Nya, dan menyebut diri mereka sebagai anak-anak Allah. Sekarang dimulailah
pembedaan antara para pengaku iman dan orang-orang cemar, yang sudah
dipertahankan sejak saat itu, dan akan terus demikian selama dunia masih ada.
Comments
Post a Comment