Posts

Meredam Iri Hati

MEREDAM IRI HATI   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   1   Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; 2   sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. 3   Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, 4   dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. 5   Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; 6   Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. 7   Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. 8   Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. 9   Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan...

Bersukacita dalam Penderitaan

BERSUKACITA DALAM PENDERITAAN   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   23  Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. 24  Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. 25  Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 26  yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 27  Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu...

Mujizat Berkelimpahan Karena Pengenalan Akan Yesus

MUJIZAT BERKELIMPAHAN KARENA PENGENALAN AKAN YESUS (Markus 6:53-56)   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan     “Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh ”. (Markus 6:53-56)   PENDAHULUAN Sebelum nas ini, yaitu di bagian awal Markus pasal 6 ini, Yesus telah lebih dulu berkunjung ke kampung halaman-Nya, Nazaret. Di sana Yesus mendapat sambutan yang tidak baik, bahkan orang-orang sekampung-Nya terkesan melecehkan dan merendahkan Yesus. Ora...

Hati Yang Baru

HATI YANG BARU Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat” (Yehezkiel 36:26). PENDAHULUAN Satu tahun telah berlalu dalam kehidupan kita, dan kini tahun yang baru telah tiba. Banyak hal telah kita lalui sepanjang tahun yang lalu, entah itu baik maupun buruk, menyenangkan maupun menyakitkan, menggembirakan maupun menyedihkan, dan lain sebagainya. Sebagian doa kita mungkin telah dijawab dan sebagian lagi belum ada jawabannya. Berbagai masalah juga telah kita lalui, tetapi ada saja masalah lain yang muncul. Dalam memasuki tahun yang baru ini kita pasti memiliki berbagai keinginan dan pengharapan, baik yang masih belum tercapai maupun yang lebih baru lagi. Tetapi satu hal yang pasti adalah bahwa janji Tuhan bagi kita orang-orang percaya tetap berlaku. Rancangan-Nya tetaplah rancangan damai sejahtera bagi umatNya yang set...

Duri Dalam Daging

DURI DALAM DAGING Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:7-10)   PENDAHULUAN Manusia umumnya bermegah karena kelebihan atau kehebatannya. Bermegah diri ini mencapai puncaknya tatkala seseorang mulai bersikap membesarkan dan memuja dirinya send...

Membaca Alkitab Dengan Sistem Leksionari

Image
MEMBACA ALKITAB DENGAN SISTEM LEKSIONARI Disusun dari berbagai sumber oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan PENDAHULUAN Istilah  leksionari  berasal dari kata “ lectio ” dalam bahasa Latin yang berarti “pembacaan”. Kata “leksionari” mengacu pada daftar pembacaan Alkitab menurut tahun gerejawi. Dalam terminologi liturgi, R.H. Fuller dalam tulisannya “Lectionary”  seperti yang terdapat dalam  The Westminster Dictionary of Worship mendefinisikan leksionari sebagai:  “sebuah sistem yang teratur dalam pembacaan (nas) terpilih, yang ditetapkan untuk pemakaian liturgi pada kesempatan-kesempatan khusus dalam tahun gerejawi, sehingga seperti layaknya sebuah kalender.” Dalam perkembangannya, leksionari dibagi menjadi dua jenis, yaitu leksionari hari Minggu dan leksionari harian. Leksionari yang digunakan di gereja-gereja sekarang ini sudah lazim digunakan dalam ibadah jemaat-jemaat pada zaman kekristenan mula-mu...

Posisi Unik Petrus Di Antara Para Murid

POSISI UNIK PETRUS DI ANTARA PARA MURID   Disusun dari berbagai sumber oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan     PENDAHULUAN             Di dalam lingkaran para murid hampir selalu Petrus berdiri di latar depan. Gambaran ini langsung tampak sedari awal ketika Yesus memanggil murid-murid-Nya yang pertama di danau Genesaret. Dalam kisah penjala ikan menjadi penjala manusia ini, Petrus jelas memegang peran utama, walaupun di akhir cerita anak-anak Zebedeus termasuk ikut bersamanya. Ketika Yesus berjalan di atas air, hanya Petrus yang berusaha meniru Gurunya dalam melakukan hal yang sama. Hampir selalu ia muncul sebagai juru bicara bagi Keduabelas Murid. Petrus jugalah yang menjawab ketika Yesus mengarahkan pertanyaan kepada seluruh murid tentang siapakah diri-Nya menurut mereka. Yesus pernah memarahi Petrus tetapi sambil memandang murid-murid-Nya dengan kata-kata keras, “ Enyahlah Iblis… ”. Teguran jelas ditujuka...