Posts

Mengapa Mencari Dia Yang Hidup di Antara Orang Mati?

MENGAPA MENCARI DIA YANG HIDUP DI ANTARA ORANG MATI?   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit” (Lukas 24:5-6).   PENDAHULUAN Kalangan Muslim, terutama golongan radikal atau ekstrimis, tidak percaya bahwa Yesus mati disalibkan. Bukan hanya mereka saja, bahkan sebagian cendekiawan liberal dari Dunia Barat juga berkata bahwa Yesus tidak mati disalibkan. Namun anggapan mereka sangat tidak masuk akal dengan memperhatikan proses penghukuman Yesus, yaitu dicambuk, disesah, dipakukan kedua kaki dan tangan-Nya di kayu salib, dan ditombak lambung-Nya. Yang pasti, Ia telah mati untuk membayar lunas hutang dosa kita dan untuk mengalami murka Allah atas dosa manusia. Namun sekarang Ia telah bangkit, hidup kembali secara fisik dari kematian mengalahkan dosa, maut dan neraka. Dan para malaikat berkata kepada wanita-wanita yang datang ke kubur-Nya, “ Mengapa kamu mencari Dia ya...

Jawaban Yesus

JAWABAN YESUS   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   “Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati, tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan: ‘Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.’ Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: ‘Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?’ Tetapi Yesus tetap diam” . (Matius 26:59-63)   PENDAHULUAN Kristus telah ditangkap malam itu di Taman Getsemani. Para penjaga membawanya ke hadapan Sanhedrin (Majelis Agama Yahudi), dewan imam dan para ahli Taurat. Para pemimpin agama ini ingin menghukum Yesus. Mereka memiliki orang-orang jahat yang siap menjadi saksi dusta untuk menyerang Yesus. Saksi-saksi dusta mereka itu mengatakan bahwa Yesus mengklaim bahwa Dia dapat merubuhkan Bait...

Yudas Berjalan Sendiri Menuju Malam Gelap

YUDAS BERJALAN SENDIRI MENUJU MALAM GELAP   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: ‘Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.’ Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam”. (Yohanes 13:27-30)   PENDAHULUAN Berbeda dengan murid-murid lainnya, Yudas sama seperti manusia modern. Dia mengasingkan diri dari perkumpulan murid-murid Yesus, dan dari Kristus sendiri. Dia menjadi seorang figur yang terisolasi, berjalan sendiri melewati malam. Dia sama seperti salah satu dari karakter eksistensialis dalam cerita yang dikarang oleh Ernest Hemingway. Hemingway send...

Pemberitaan Tentang Salib

PEMBERITAAN TENTANG SALIB   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   “ Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah ”. (1 Korintus 1:17-18).   PENDAHULUAN Mengapa perlu mendoakan, memikirkan, mendukung, dan terlibat dalam pewartaan Injil? Jawabnya sederhana dan gamblang. Karena inti kabar baik Injil adalah salib Yesus. Jika ada jalan keluar lain bagi masalah hakiki manusia, mengapa sampai Yesus rela disalibkan? Jika ada cara yang dapat memberikan jaminan hidup kekal, mengapa Yesus harus mati? Salib membentangkan hati Allah kepada manusia, tetapi juga menelanjangi keadaan riil hati manusia. Hikmat dan kebijaksanaan manusia tak akan memampukan orang untuk mengenal Kristus, juga tidak ...

Darah Paskah

DARAH PASKAH   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   “ Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir ” (Keluaran 12:13b).   PENDAHULUAN Pada malam sebelum orang-orang Ibrani meninggalkan perbudakan di Mesir untuk pergi ke tanah perjanjian, Allah berfirman kepada mereka agar setiap keluarga mengambil anak domba yang tanpa cacat dan kemudian menyembelihnya. Dan kemudian Allah berfirman, “ …dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya ” (Kel. 12:7). “ Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN ” (Kel. 12:12). Sampai hari ini...

Ular Tembaga

ULAR TEMBAGA   Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan “ Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup ” ( Bilangan 21:9 ).   PENDAHULUAN Ketika bangsa Israel berjalan melalui padang gurun mereka tidak sabar dan memberontak terhadap Allah. Mereka mulai berbicara melawan Allah dan melawan Musa. Mereka bersungut-sungut tentang apa yang telah Allah lakukan bagi mereka, dan penuh curiga terhadap apa yang Tuhan akan lakukan. Mereka sebenarnya memiliki cukup manna, namun mereka bersungut-sungut seakan-akan mereka tidak memiliki makanan. Mereka mendapatkan banyak air, namun mereka masih bersungut-sungut melawan Allah. Karena ketidakpercayaan dan pemberontakan mereka, Allah mengirimkan ular tedung untuk menggigit dan membunuh mereka. Ular itu disebut ular api dalam Alkitab bahasa Inggris karena warnanya, dan karena gigitannya menyebabkan tubuh langsung seperti terbaka...

Dilindungi, Dipelihara dan Ditempa

DILINDUNGI, DIPELIHARA DAN DITEMPA Oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan   44   Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku; Engkau memelihara aku sebagai kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku; 45   orang-orang asing tunduk menjilat kepadaku, baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku. 46   Orang-orang asing pucat layu dan keluar dari kota kubunya dengan gemetar. 47   TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku, 48   Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, 49   dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas. 50   Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu. 51 ...